SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Karakteristik Komite Audit terhadap Financial Distress (Studi Kasus pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2014-2016)

Retno Asih

Abstrak


RINGKASAN

 

Asih, Retno. 2018. Pengaruh  Karakteristik Komite Audit Terhadap Financial Distress (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2014 – 2016). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Satia Nur Maharani , S.E., M.SA., Ak.

 

Kata kunci : komite audit,  financial distress, springate.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi pengaruh  karakteristik komite audit terhadap kemungkinan terjadinya financial distress pada perusahaan manufaktur di Indonesia. Financial distress didefinisikan sebagai suatu keadaan pada perusahaan yang sedang mengalami kesulitan dalam keuangannya. Penelitian ini menggunakan lima variabel yang mencerminkan karakteristik komite audit, yang diduga dapat mempengaruhi kondisi financial distress pada perusahaan, yakni ukuran, independensi, frekuensi pertemuan, kompetensi, dan gender komite audit.

Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan manufaktur yang terdaftar Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2014-2016, dengan jumlah sampel sebanyak 75 perusahaan yang memenuhi kriteria sampel yang ditentukan melalui metode purposive sampling. Setelah dikalikan lamanya periode penelitian, yaitu selama 3 tahun, diperoleh sebanyak 225 sampel pengamatan yang digunakan dalam penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dan metode analisis yang digunakan adalah pengujian regresi logistik.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa empat karakteristik komite audit, yakni ukuran, independensi, frekuensi pertemuan, dan gender tidak berpengaruh terhadap financial distress. Sedangkan variabel kompetensi komite audit tidak layak dimasukkan ke dalam model regresi.

Saran untuk penelitian selanjutnya adalalah memperluas periode dan sektor pengamatan sehingga hasil penelitian yang diperoleh akan lebih akurat serta menambahkan variabel-variabel independen lain yang berasal dari faktor-faktor kualitatif seperti budaya organisasi dan kualitas rapat komite audit yang mungkin memiliki dampak pada kinerja komite audit.