SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pendeteksian Fraud Oleh Internal Auditor: Sebuah Studi Fenomenologi

Ida Fatmawati Ar'Reza

Abstrak


ABSTRAK

Fraud merupakan tindakan yang tidak dapat dilepaskan dari praktik bisnis. Walau banyak kasus fraud yang terungkap ke publik, namun fraud merupakan fenomena gunung es dimana yang terlihat tidak mempresentasikan besar yang sebenarnya, jadi fakta fraud yang aktual tidak akan pernah didapat. Internal auditor merupakan alat yang direkomendasikan untuk mendeteksi fraud di perusahaan. Namun walau memiliki kompetensi dan pengetahuan yang cukup, mereka tidak diekspetasikan untuk mendeteksi fraud yang sebenarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna fraud bagi internal auditor serta bagaimana internal auditor  mendeteksi fraud.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan paradigma internpretif dengan metode fenomenologi. Peneliti adalah sebagai instrumen sekaligus pengumpul data. Data penelitian ini adalah hasil dari wawancara dengan internal auditor dan observasi di PT. PLN (persero) Kantor Pusat Regional Jawa Bagian Timur dan Bali serta dokumentasi piagam internal audit. Wawancara dilakukan dengan gaya tidak terstruktur serta observasi dilakukan selama wawancara. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Analisis data dilakukan ketika selesai membuat transkrip hasil wawancara.

Berdasarkan hasil analisis data, berikut jawaban dari fokus penelitian. Pertama, fraud dimaknai sebagai kecurangan yang dilakukan dengan sengaja dan memberikan manfaat atau keuntungan pada satu pihak dimana dapat terjadi karena ada unsur opportunity serta berpotensi ketika menyangkut dengan uang. Kedua, pendeteksian fraud oleh internal auditor atau lebih tepatnya dikatakan sebagai pendeteksian potensial fraud, dimana internal auditor dapat menemukan redflag atau indikasi fraud selama pemeriksaan dengan metode Risk Based Internal Audit.

Berdasarkan dengan teori legitimasi, internal auditor telah mendapatkan legitimasi dari pemaknaan fraud serta pendeteksian fraud, karena dalam menjalankannya mereka telah sesuai dengan peran, kegiatan serta dengan kompetensinya. Pemikiran tentang unsur opportunity dalam jawaban mereka tentang penyebab fraud didapatkan karena kegiatan serta peran internal auditor masih berhubungan dengan unsur opportunity (internal kontrol) dan secara kompetensi mereka mendapatkan pelatihan awal tentang internal auditor, sehingga dari pemaknaan fraud tersebut, mereka mendapatkan legitimasi karena telah memahami dan bertindak sebagaimana seharusnya seorang internal auditor. Sedangkan untuk pendeteksian fraud, legitimasi didapatkan karena pendeteksian fraud telah sejalan dengan peran dan kegiatan mereka serta secara kompetensi mereka cukup untuk melakukannya.