SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR DENGAN KEBIASAAN BELAJAR SEBAGAI VARIABEL KONTROL PADA PESERTA DIDIK KELAS XI IPS DI SMA NEGERI 5 MALANG

Fitria Nugraheni

Abstrak


Nugraheni, Fitria. 2015. Pengaruh Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar dengan Kebiasaan Belajar sebagai Variabel Kontrol pada Peserta Didik Kelas XI IPS di SMA Negeri 5 Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. H. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd., M.Si., Ak., CA. Pembimbing (2) Hj. Yuli Widi Astuti, S.E., M.Si., Ak.

Kata Kunci: Motivasi Belajar, Prestasi Belajar, Kebiasaan Belajar, Variabel Kontrol

Beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat prestasi belajar siswa diantaranya adalah motivasi belajar. Peserta didik yang memiliki motivasi belajar akan mencari cara untuk mencapai tujuan belajarnya. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan mencari kebiasaan belajar yang tepat yang sesuai dengan karakter masing-masing peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari motivasi belajar terhadap prestasi belajar peserta didik dengan kebiasaan belajar sebagai variabel kontrol

            Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dalam bentuk penelitian eksplanasi (explanation research). Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI IPSdi SMA Negeri 5 Malang tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 60 orang. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi sederhana dan analisis regresi dummy.

Hasil dari analisis model pertama menunjukkan bahwa 66,6% perubahan dalam prestasi dipengaruhi oleh motivasi belajar dan hasil analisis dari model kedua menunjukkan bahwa 71,8% perubahan dalam prestasi belajar dipengaruhi oleh motivasi belajar dan kebiasaan belajar. Karena pengaruh dari model kedua lebih besar daripada model pertama, maka dapat dikatakan bahwa kebiasaan belajar dapat digunakan sebagai variabel kontrol. Analisis selanjutnya menjelaskan bahwa perbedaan tingkat prestasi belajar dapat dilihat dari perbedaan kebiasaan belajar yang menunjukkan bahwa kebiasaan belajar individu lebih tinggi sebesar 7,835 dibandingkan dengan prestasi belajar pada kebiasaan belajar kelompok. Sehingga kesimpulan yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang positif motivasi belajar terhadap prestasi belajar dengan kebiasaan belajar sebagai variabel kontrol dimana peserta didik yang memiliki kebiasaan belajar secara individu memiliki nilai yang lebih tinggi daripada peserta didik yang memiliki kebiasaan belajar kelompok.

Saran yang diajukan peneliti adalah (1) guru lebih memotivasi secara ekstrinsik dan menanamkan pentingnya belajar pada peserta didik. Serta pembentukan kelompok hendaknya disertai dengan pemberian tugas dan tanggungjawab yang jelas. (2) Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan penelitian serupa dengan mengganti atau menambahkan variabel bebas maupun variabel kontrol yang mungkin memiliki pengaruh terhadap prestasi belajar. Selain itu, penambahan jumlah sampel juga bisa dilakukan untuk meningkatkan validitas penelitian.