SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Kebangkrutan Model Altman dan Pengaruhnya terhadap Harga Saham Perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

PUTRI ANDENI

Abstrak


Bangkrut merupakan keadaan atau situasi di mana perusahaan kekurangan dan ketidakcukupan dana untuk menjalankan atau melanjutkan usahanya. Kebangkrutan perusahaan dapat diprediksikan sebelumnya menggunakan analisis laporan keuangan. Salah satu analisis yang bisa digunakan adalah menggunakan analisis Z Score Model Altman. Laporan keuangan merupakan informasi fundamental yang berpengaruh terhadap harga saham. Tahun 2006 terdapat indikasi krisis keuangan dan akhirnya terjadi krisis financial global tahun 2008 yang berawal dari adanya kredit macet property di Amerika. Krisis ini kemudian melanda dunia dan menyebabkan kelesuan pasar modal dan kesulitan keuangan perusahaan.

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kebangkrutan perusahaan dan pengaruhnya terhadap harga saham perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Metode pemilihan sampel menggunakan purposive sampling dan diperoleh 30 sampel. Periode pengamatan penelitian ini adalah tahun 2007. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kebangkrutan perusahaan yang tercermin dari nilai Z Score model Altman untuk perusahaan non manufaktur, sedangkan variabel dependennya adalah harga saham pada saat closing price. Penelitian ini menggunakan regresi sederhana sebagai alat analisisnya.

Analisis Z Score menghasilkan 10 perusahaan berada pada kategori bangkrut, 11 perusahaan pada kategori non-bangkrut dan 9 perusahaan pada gray area. Sedangkan hasil pengujian menunjukkan tidak terdapat pengaruh kebangkrutan terhadap harga saham. Dengan demikian disimpulkan bahwa kebangkrutan tidak berpengaruh terhadap harga saham yang dicerminkan dengan tidak terdapatnya perbedaan harga saham perusahaan kategori non-bangkrut, perusahaan kategori bangkrut dan perusahaan kategori gray area.

Saran untuk penelitian selanjutnya penelitian hendaknya tidak hanya dilakukan pada perusahaan Real Estate dan property saja, sehingga mampu mencerminkan kondisi semua perusahaan di Indonesia. Selain itu, hendaknya memasukkan variabel lain selain rasio keuangan Z Score yang berpengaruh terhadap harga saham, seperti news  dan rumors, tingkat suku bunga, valuta asing dan dana asing di bursa. Penelitian sebaiknya juga dilakukan pada saat kondisi makro ekonomi negara sedang dalam keadaan stabil (tidak mengalami krisis financial).