SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Telaah Keputusan Menawar Aturan SAK ETAP terkait Perhitungan Akun Penyisihan Piutang Tak Tertagih di PDAM Jombang: Sebuah Studi Fenomenologi

Hafidhoh Arroyyan

Abstrak


ABSTRAK

 

Arroyyan, Hafidhoh. 2018. Telaah Keputusan Menawar Aturan SAK ETAP terkait Perhitungan Akun Penyisihan Piutang Tak Tertagih di PDAM Jombang: Sebuah Studi Fenomenologi. Skripsi, Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. H. Tuhardjo, S.E., M.Si., Ak.

 

Kata Kunci: fenomena menawar standar akuntansi, SAK ETAP, penyisihan piutang tak tertagih.

Meskipun pada kenyataanya tidak semua usaha kelas menengah ke bawah susah untuk diajak pro pada perubahan standar akuntansi, namun cap tersebut seolah sudah melekat begitu saja pada mereka jika dibandingkan dengan usaha kelas atas yang diasumsikan taat aturan. PDAM Jombang sebagai bagian dari usaha kelas menengah ke bawah menghadapi perubahan standar yang ada dengan masih bertindak menawar aturan SAK ETAP, maka tindakan PDAM Jombang tersebut secara tidak langsung seolah-olah menjelaskan bahwa pandangan tersebut sebenarnya tidak salah. Peneliti perlu melakukan penelitian atas fenomena yang ada di PDAM Jombang dengan melepaskan diri dari praduga peneliti agar dapat memastikan kondisi sebenarnya dari fenomena yang ada.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai alasan keputusan menawar aturan SAK ETAP terkait perhitungan akun penyisihan piutang tak tertagih di PDAM Jombang bisa terjadi. Hal tersebut perlu dikaji karena terjadi kerancuan standar, terkait legalitas penggunaanya.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi fenomenologi deskripstif. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Subjek kajian adalah para pembuat keputusan menawar aturan SAK ETAP. Sumber data diperoleh dari hasil wawancara tatap muka dengan model IDI, observasidan beberapa dokumen seperti laporan keuangan, buku pedoman penerapan SAK ETAP, surat dan softfile.

Hasil penelitian menyatakan bahwa alasan PDAM Jombang bertindak menawar aturan SAK ETAP dimaksudkan agar tujuannya untuk memperoleh pemutihan bunga dan denda atas pinjaman Pemerintah Pusat dapat tercapai. Keputusan menawar aturan SAK ETAP ini berhasil mencerminkan optimalisasi kemampuan Direktur dalam tanggungjawabnya yaitu untuk menjaga kepuasan pemilik perusahaan. Tindakan yang terkesan negatif ini ternyata dapat terjadi karena diperbolehkan oleh dewan pengawas maupun BPKP. Pihaknya sebagai mitra kerja pemerintah dapat menunjukkan bahwa pengikut yang baik memang akan berperilaku mendukung kerja pimpinannya tanpa paksaan atau karena menginginkan sesuatu dari pimpinannya, melainkan karena melihat aksi baik atasannya sehingga menginspirasinya untuk secara suka rela mengambil kebijakan yang tepat guna menunjukkan respon positifnya.