SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

AMANAH DAN TABLIGH DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DI MASJID BESAR SABILLLAH MALANG BERDASARKAN SHARI’ATE ENTERPRISE THEORY

desi prasasti

Abstrak


ABSTRAK

 

Kata Kunci:Shari’ate Enterprise Theory, Masjid, Amanah, Tabligh, Pengelolaan Keuangan.

Masjid tergolong dalam organisasi nirlaba bidang kegamaan yang bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada jamaah dalam hal ibadah baik ibadah wajib (mahdhoh) maupun ibadah yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, Allah Subhanahuwa Ta’ala.Untuk memberikan pelayanan ini diperlukannya keuangan yang dikelola dengan baik.  Sebagai organisasi yang notabene-nya keagamaan yakni Islam maka pengelolaan keuangan masjid juga tidak lepas dari nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman amanah dan tabligh dalam pengelolaan keuangan Masjid Besar Sabilillah berdasarkan Shari’ate Enterprise Theory.

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif fenomenologi yang bertujuan untuk memberikan gambaran atas fenomena yang tampak di lapangan dan dapat diinterpretasi makna serta isinya lebih mendalam. Data dalam penelitian ini berupa data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan narasumber sedangkan data sekunder adalah data lain yang relevan dengan penelitian ini. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan triangulasi data.

Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman amanah dalam pengelolaan keuangan ini diartikan sebagai agent menjaga titipan dari principal yakni jamaah berupa infak, bank syariah berupa utang dan pemerintah berupa wakaf sesuai dengan keinginan principal. Namun, dalam implementasinya tidak sesuai dengan pemahaman dari pengurus takmir yakni lebih mengedepankan pada keputusan yayasan (agent). Sedangkan pemahaman tabligh dalam pengelolaan keuangan yakni menyampaikan secara terbuka yakni kepada semua principal dengan lisan berupa pengumuman dan non lisan berupa laporan keuangan serta secara objektif (jujur) berupa rincian pengeluaran dan pemasukan dicatat dengan nilai sesungguhnya. Pemahaman tabligh dalam pengelolaan keuangan oleh pengurus sesuai dengan implementasinya yakni penyampaian keuangan secara terbuka dan objektif kepada principal.