SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Abnormal Return dan Trading Volume Activity Sebelum dan Sesudah Pengumuman Investment Grade Indonesia dari Standard and Poor’s (Studi pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)

Bagus Wahana

Abstrak


ABSTRAK

 

Wahana, Bagus. 2018. Analisis Abnormal Return dan Trading Volume Activity Sebelum dan Sesudah Pengumuman Investment Grade Indonesia dari Standard and Poor’s (Studi pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universtitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Nurika Restuningdiah, S.E., M.Si., Ak, CA

 

Kata Kunci: investment grade, abnormal return, trading volume activity

Investment grade merupakan predikat layak investasi atas peringkat kredit suatu negara yang diberikan oleh lembaga pemeringkat. Dalam penelitian ini predikat investment grade tersebut diberikan oleh lembaga pemeringkat utang internasional Standard and Poor’s. Kandungan informasi dari peristiwa tersebut diuji menggunakan abnormal return dan trading volume activity. Teori pasar efisien bentuk setengah kuat menyatakan bahwa jika harga-harga sekuritas secara penuh mencerminkan semua informasi yang dipublikasikan. Sehingga adanya pengumuman investment grade Indonesia membuat abnormal return dan trading volume activity akan mengalami perubahan yang disebabkan adanya fluktuasi permintaan dan penawaran saham di pasar modal.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa apakah terdapat abnormal return dan perbedaan trading volume activity sebelum dan sesudah pengumuman investement grade Indonesia dari Standard and Poor’s (S&P) pada saham perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI. Sampel yang digunakan berjumlah 38. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah one sample t test untuk menguji abnormal return dan paired sample t test untuk menguji trading volume activity.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) tidak terdapat abnormal return yang signifikan pada saat pengumuman investment grade Indonesia dari Standard and Poor’s (S&P) pada saham perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI, (2) tidak terdapat perbedaan yang signifikan trading volume activity sebelum dan sesudah pengumuman investment grade Indonesia dari Standard and Poor’s (S&P) pada saham perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan hasil penelitian ini, antara lain: kandungan informasi dari pengumuman investment grade Indonesia yang lemah, minimnya pemberitaan di media massa, dan perilaku investor.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang diajukan kepada penelitian selanjutnya adalah agar menggunakan mean adjusted model, market model, atau menggunakan ketiga model tersebut dalam mengestimasi return ekspektasian, kemudian hasil perhitungan model tersebut dapat dibandingkan untuk mengetahui dampaknya terhadap hasil penelitian. Selain itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk lebih memperhatikan penggunaan periode jendela pengamatan, karena reaksi dari investor terhadap suatu peristiwa berbeda-beda.