SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Faktor Perusahaan, Kualitas Audit, dan Mekanisme Good Corporate Governance Terhadap Opini Audit Going Concern (StudiKasus pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftardi Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2014-2016)

DIAN AYUSTINA

Abstrak


ABSTRAK

 

Setiap entitas harus memiliki tujuan dalam berjalannya kegiatan perusahaan, terutama mengenai tujuan dalam mempertahankan kelangsungan hidup (going  concern)  perusahaan tersebut. Kelangsungan hidup usaha selalu dihubungkan dengan kemampuan manajemen dalam mengelola perusahaan agar dapat bertahan hidup. Going concern juga merupakan dalil yang  mengasumsikan bahwa sebuah entitas tidak diharapkanakan dilikuidasi di masa depan atau bahwa entitas tersebut akan berlanjut sampai periode yang tidak dapat ditentukan. Para  pemakai laporan keuangan merasa bahwa pengeluaran opini audit going concernini sebagai prediksi kebangkrutan suatu perusahaan. Auditor harus bertanggung jawab atas opini audit going concern yang dikeluarkannya, karena akan mempengaruhi keputusan para pemakai laporan keuangan.

Untuk sampai kesimpulan apakah perusahaan akan memiliki going concern atau tidak, auditor harus melakukan evaluasi secara kritis terhadap perencanaan yang dilakukan oleh pihak manajemen. Pada kenyataannya, masalah going concern merupakan hal yang kompleks dan akan selalu ada. Sehingga diperlukan faktor-faktor sebagai tolak ukur yang pasti untuk menentukan status going concern pada perusahaan, dan faktor-faktor tersebut harus diuji agar dalam keadaan ekonomi yang tidak tetap, status going concern tetap dapat diprediksi.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh factor perusahaan, kualitas audit, dan mekanisme good corporate governance terhadap opini audit going concern. Sampel yang digunakan adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun periode 2014-2016. Populasi penelitian inis ebanyak 148 perusahaan. Sampel penelitian berjumlah 25 yang dipilih dengan metode purposive  sampling dengan periode pengamatan 3 (tiga) tahun dan diuji menggunakan SPSS versi 18. Metode yang dugunakan untuk menganalisis hubungan antar variable adalah metode regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial distress, kualitas audit, kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap opini audit going concern. Sedangkan debt default berpengaruh signifikan terhadap opini audit going concern.