SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penganggaran Desa (Studi Kasus pada Desa Samir Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung)

MOCHAMMAD WAHYUDIANTO

Abstrak


ABSTRAK

 

Dalam era otonomi daerah sekarang ini, pemerintah daerah diberikan kewenangan dalam mengurus rumah tangganya sendiri. Pelimpahan wewenang tidak hanya sebatas sampai pemerintah kabupaten/kota saja, dengan disahkannya UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, desa diberikan kesempatan yang besar untuk mengurus tata pemerintahannya sendiri, termasuk pengelolaan keuangan. Dalam pengelolaan keuangan desa terdapat proses penganggaran desa dimana pemerintah desa harus mampu menyusun anggaran secara baik dan benar guna mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat desa. Penelitian ini berfokus bagaimana proses penganggaran di Desa Samir yang meliputi proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pelaporan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dimana peneliti menggali data yang mendalam yang mengandung makna. Objek yang diteliti merupakan objek yang terintegrasi yang meliputi proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan serta pelaporan anggaran desa. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini yaitu hasil wawancara dengan informan yang memiliki keterkaitan dengan objek penelitian. Sedangkan data sekunder digunakan sebagai pendukung dari data primer.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan anggaran dilakukan melalui Musrenbangdes. Pemerintah Desa Samir memaknai Musrenbangdes tersebut sebagai sarana urun rembug. Partisipasi masyarakat dapat dikatakan cukup aktif terbukti dengan banyak usulan-usulan perencanaan pembangunan. Meskipun Pemerintah Desa Samir membatasi peserta Musrenbangdes karena alasan beberapa kendala. Pelaksanaan anggaran yang dilakukan cukup transparan dengan penyediaan informasi yang mudah diakses serta lancar dengan berpedoman pada RAB. BPD berperan penting dalam pengawasan secara internal. Namun pengawasan dari masyarakat terkesan sekedarnya saja karena adanya tingkat kepercayaan kepada aparatur desa. Meski pelaporan yang dilakukan cukup memberi beban namun aparatur desa tetap semangat dalam melakukan tugasnya, peran dari pendamping yang optimal dirasa cukup membantu. Pemerintah Desa Samir menggunakan papan informasi APBDes dan musyawarah sebagai media transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat desa.