SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Harga Saham, Volatilitas Return Saham, dan Volume Perdagangan Saham Terhadap Bid-Ask Spread Saham Perusahaan LQ45 yang Listing di BEI

SITI SARI

Abstrak


ABSTRAK

 

Siti, Sari. 2018. Pengaruh Harga Saham, Volatilitas Return Saham, dan Volume Perdagangan Saham Terhadap Bid-Ask Spread Saham Perusahaan LQ45 yang Terdaftar di BEI. Skripsi, Program Studi S1Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Sunaryanto, M.Ed.

 

Kata Kunci: Harga saham, volatilitas return saham, volume perdagangan saham, bid-ask spread.

Investasi di pasar modal bukan merupakan hal yang baru saat ini. Namun dalam berinvestasi di pasar modal, seorang investor harus memahami pergerakan saham agar tidak mengalami kerugian. Dalam kegiatan jual beli di pasar modal, investor akan berhadapan dengan dealer. Dealer sebagai perantara antar investor akan menciptakan rentang harga untuk mengambil keuntungan. Rentang tersebut disebut sebagai bid-ask spread. Bid-ask spread merupakan selisih antara harga beli dan harga jual oleh dealer. Semakin tinggi resiko suatu saham, dealer akan membuat rentang yang lebih jauh guna meminimalisir kerugiandan sebaliknya. Terdapat beberapafaktor yang mempengaruhi nilai bid-ask spread. Beberapa diantaranya adalah harga saham, volatilitas return saham, dan volume perdagangan saham.

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksplanasi yang bertujuan untuk (1) mengetahui apakah harga saham berpengaruh terhadap bid-ask spread, (2) mengetahui apakah volatilitas return saham berpengaruh terhadap bid-ask spread, (3) mengetahui apakah harga volume perdagangan saham berpengaruh terhadap bid-ask spread. Populasi dari penelitian ini adalah 78 perusahaan yang terdaftar dalam LQ 45  dalam kurun waktu 2015 hingga 2017. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling sehingga menyisakan 35 perusahaan yang sesuai kriteria. Penelitian ini diuji menggunakan teknik regresi berganda dengan uji asumsi klasik normalitas, multikolinieritas, heterokesdatisitas, dan autokorelasi.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa harga saham berpengaruh negatif signifikan terhadap bid-ask spread. Artinya setiap peningkatan harga saham maka bid-ask spread akan semakin menurun. Harga yang tinggi dianggap sebagai sinyal baik oleh investor sehingga resiko saham tersebut berkurang. Berikutnya volatiltas return saham memiliki pengaruh positif signifikan terhadap bid-ask spread. Artinya semakin berfluktasi saham tersebut maka resiko nya semakin besar. Hasil penelitian terakhir menunjukkan bahwa volume perdagangan saham tidak berpengaruh terhadap bid-ask spread. Kenaikan volume perdagangan saham tidak menjadi ukuran dealer untuk menentukan spread.