SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Menyibak Makna Aset Bersejarah (Heritage Assets) Istana Gebang Kota Blitar

Hanim Latifah

Abstrak


ABSTRAK

 

Aset bersejarah dalam hal ini adalah Istana Gebang merupakan aset yang bersifat khusus, sarat akan atribut-atribut unik yang berkaitan dengan budaya, sejarah, pendidikan, spiritual, serta aspek ekonomi yang juga terkandung di dalamnya. Oleh karena itu penting bagi aset bersejarah ini untuk dirawat serta dikelola dengan berlandaskan prinsip-prinsip good governance. Aset ini juga disebut unik karena perolehannya yang merupakan dari pembelian seharga 35 miliar, hal tersebut tentu menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana perlakuan akuntansinya. Namun, sebelum pada tahap perlakuan akuntansi atas aset bersejarah, pemahaman tentang makna aset bersejarah adalah hal yang krusial, karena memainkan peranan penting dalam menganalisis perlakuan akuntansi atas aset sebagai aset bersejarah. Hal ini karena makna atau definisi aset dapat mempengaruhi aspek pengakuan, penilaian, penyajian dan pengungkapannya.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi fenomenologi pada hasil wawancara dengan informan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perlakuan akuntansi, (2) pengelolaan keuangan, (3) dan makna aset bersejarah (heritage asset) bagi informan. Data diperoleh dari hasil wawancara pihak pengelola, dinas terkait, budayawan, serta masyarakat.

Hasil penelitian mengindikasikan bahwa informan memahami aset sejarah (heritage assets) dari dua sudut pandang, yaitu aset tetap (PSAP No.07) dan sebagai cagar budaya (UU Cagar Budaya). Selain itu, heritage assets juga dimaknai secara moneter dan non moneter. Dalam hal pengelolaan keuangan, Istana gebang sudah menunjukkan kesesuaian dengan standar yang berlaku, khususnya laporan keuangan yang terkait Istana Gebang sudah memenuhi beberapa aspek good governance yakni dalam kriteria akuntabilitas dan transparansi. Temuan lainnya bahwa aset bersejarah menggunakan historical cost sebagai penilaian awal aset. Praktik akuntansi yang diterapkan untuk Istana Gebang dinilai sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan yakni dimasukkan dalam neraca. Namun Istana Gebang belum diungkapkan di dalam CALK.