SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perlakuan Akuntansi Agribisnis Peternakan pada CV Milkindo Berka Abadi

Silfi Putri

Abstrak


ABSTRAK

 

Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan aset biologis pada CV. Milkindo Berka Abadi. Selain itu peneliti mengukur rasio usaha peternakan perusahaan dan menerapkan implementasi proyeksi laba rugi atas usaha peternakan perusahaan.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi kasus dimana peneliti ingin menggali lebih dalam bagaimana perusahaan merespon dan menanggapi atas aset biologis yang dikelola, dimana aset biologis yang berbeda dengan aset tetap dalam hal perlakuan dan penyajiaanya. Peneliti memusat pada unit tertentu, yaitu keuangan dan unit yang berhubungan dengan keuangan serta melakukan eksplorasi untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang praktik perlakuan akuntansi atas aset biologis perusahaan. Pengambilan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.

Hasil penelitian menunjukkan apabila perusahaan tidak memiliki pedoman khusus untuk mengatur aset biologis yang dimiliki. Aset biologis CV. Milkindo Berka Abadi diakui saat perolehan yang bersumber dari peranakan sendiri. Pengukuran pada aset biologis dilakukan saat pengakuan awal dan setiap kejadian yang melibatkan aset biologis sebesar nilai wajar yang berupa harga pasar aktif saat itu. Perusahaan tidak mengakui adanya penyusutan hewan ternak dan menyajikan aset biologisnya dalam laporan posisi keuangan pada pos persediaan akun hewan ternak-sapi. Aset biologis tercatat sebesar nilai wajar tanpa dikurangi biaya penyusutan (deplesi). CV. Milkindo Berka Abadi melakukan manajemen pencatatan yang baik pada Kesehatan Hewan berupa catatan terperinci atas aset biologis secara naratif dan berupa tabel.Proyeksi laba rugi yang disajikan peneliti menunjukkan penerimaan yang tinggi berasal dari penjulan susu segar. Nilai rasio penerimaan dan biaya rata-rata pada tahun 2017 menunjukkan lebih dari satu yang artinya usaha tersebut layak untuk dijalankan dengan laba yang berapa diatas titik impas.