SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

analisis kinerja keuangan dengan metode radar pada perusahaan rokok yang terdaftar di BEI tahun 2006-2008

Galuh yanu setyanto

Abstrak


ABSTRAK
Setyanto, Galuh, Yanu. 2010. Analisis Kinerja Keuangan Dengan Metode Radar (Studi Pada Perusahaan Rokok Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2006-2008, Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sunaryanto, M.Ed. (II) Dr. Dyah Ayu W, S.E., M. Si., Ak.
Persaingan antar perusahaan rokok yang semakin ketat, memaksa manajemen untuk membuat suatu terobosan baru untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan menemukan ide-ide yang inovatif agar tetap eksis dan berkembang. Cara yang dapat digunakan untuk mengukur kondisi keuangan perusahaan adalah dengan melakukan evaluasi kinerja keuangan perusahaan. Evaluasi kinerja merupakan suatu metode untuk mengawasi kegiatan operasional perusahaan, dimana hal ini dapat membantu pihak manajemen dalam mengambil keputusan sesuai dengan tujuan perusahaan yang telah ditetapkan serta membantu pihak manajemen dalam menentukan strategi apa yang tepat yang harus diambil oleh perusahaan. Analisis kinerja keuangan bertujuan untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan dimana salah satu metode yang digunakan untuk analisis kinerja keuangan adalah metode radar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kinerja keuangan perusahaan rokok yang terdaftar di BEI dengan menggunakan metode radar, yang dikembangkan oleh APO (Asian Productivity Organization) di Jepang. Rasio-rasio radar terbagi ke dalam 5 kelompok utama, yaitu: rasio profitabilitas, rasio produktivitas, rasio utilisasi aktiva, rasio stabilitas, dan rasio potensi pertumbuhan. Penelitian ini menggunakan data time series dengan periode penelitian tahun 2006 sampai dengan tahun 2008.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan yang terbaik adalah milik PT. HM Sampoerna Tbk., posisi kedua adalah PT. Bentoel Internasional Investama Tbk., posisi ketiga diperoleh oleh PT. Gudang Garam Tbk., dan posisi yang paling buruk adalah milik PT. BAT Indonesia Tbk. Secara keseluruhan perusahaan rokok yang terdaftar di BEI masih kurang optimal dalam mengelola persediaan yang dimiliki sehingga diharapkan untuk periode mendatang perusahaan bisa meningkatkan kemampuan mengelola persediaannya.
Kata Kunci: metode radar, analisis kinerja keuangan