SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN MENGGUNAKAN METODE CAMEL SEBAGAI UPAYA MENETAPKAN STRATEGI USAHA DI MASA DEPAN PADA BANK “X” CABANG “Y”

Husnul Wahidah

Abstrak


ABSTRAK
Wahidah, Husnul. 2010. Analisis Tingkat Kesehatan Bank Dengan Menggunakan
Metode CAMEL Sebagai Upaya Menetapkan Strategi Usaha Di Masa
Depan Pada Bank "X" Cabang "Y". Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi
Program Studi D-III Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri
Malang. Pembimbing Sri Pujiningsih, SE, M Si, Ak.
Kata kunci: Laporan Keuangan, Kesehatan Bank, Analisis CAMEL, Predikat
Kesehatan
Semakin banyaknya bank di Indonesia membuat sebuah persaingan yang
sangat ketat antar bank, sehingga bank diharuskan dapat beroperasi dengan tingkat
efisiensi yang tinggi, agar tidak dilikuidasi karena dapat menggangu jalannya
perekonomian Negara. Semua itu bisa dilihat dari laporan keuangan yang harus
dilaporkan secara periodik oleh Bank yang bersangkutan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara penilaian tingkat kesehatan
bank dengan mengunakan laporan keuangan pada tahun 2006 sampai dengan tahun
2008 sebagai sumber informasi dan pada Bank "X" Cabang "Y" sebagai obyek
penelitian. Sebagai acuan digunakan ketetapan Peraturan Bank Indonesia yang telah
ditetapkan oleh bank Indonesia sebagai Bank Sentral. Tingkat kesehatan bank dapat
diketahui dengan metode CAMEL.
Hasil perhitungan tersebut menunjukkan tingkat kesehatan Bank "X"
Cabang "Y" tergolong sehat. Faktor permodalan, faktor kualitas aktiva produktif, dan
faktor likuiditas selama periode tahun 2006-2008 menunjukkan hasil yang sangat
bagus , dengan nilai kredit sebesar 100, dan berpredikat sehat. Faktor manajemen dan
faktor rentabilitas selama tahun 2006-2008 mengalami penurunan, tetapi manajemen
telah mampu memperbaiki dan meningkatkan pada tahun 2008. Walaupun demikian,
secara keseluruhan, tingkat kesehatan Bank "X" Cabang "Y" pada tahun 2006-2008
ditinjau dari faktor kesehatan bank dan penilaian kesehatan Bank Umum dapat
dikatakan sehat.
Saran yang dapat dikemukan sehubungan dengan penelitian ini adalah (1)
peningkatan pada semua faktor-faktor permodalan,dengan penerbitan saham baru,
penjualan obligasi (2) peningkatan aktiva produktif,dengan memperkecil kredit
bermasalah dan penanaman aktiva produktif (3) peningkatan manajemen,dengan
meningkatkan kepatuhan kepada BI, menjaga reputasi dan hubungan baik dengan
nasabah (4) peningkatan rentabilitas,dengan cara meningkatkan pendapatan dan
memperkecil beban operasional (5) peningkatan likuiditas, dengan cara mengurangi
pasiva lancar dan jalan melakukan pinjaman jangka panjang sekaligus membuat
budget kas. Bank bisa masuk ke PUAB untuk mendapatkan pinjaman, melakukan
transaksi repot dengan mengagunkan aset seperti Surat Utang Negara atau Sertifikat
Bank Indonesia ke BI.
v