SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi kasus Penganggaran APBD (Anggaran Pendaptan dan Belanja Daerah) Pada Pemerintahan Kota Malang

Baiq Hadiyani

Abstrak


RINGKASAN

 

Hadiyani, Baiq. 2018. Studi Penganggaran APBD (Anggaran Pendapatan danBelanja daerah) Pada Pemerintahan Kota Malang. Skripsi, JurusanAkuntansi, Fakultas Ekonomi, Program S1 Akuntansi Universitas NegeriMalang. Pembimbing: Dr. Puji Handayati, S.E, M.M, Ak, CA, CMA, CSRS

 

Kata Kunci: Penyusunan APBD, Good Government Governance, Penyebab Korupsi

APBD merupakan wadah untuk menampung berbagai kepentingan publikyang diwujudkan melalui berbagai kegiatan, dimana pada saat tertentu manfaatnyabenar-benar akan dirasakan oleh masyarakat. Sehingga Penyusunan APBD harusmemiliki aturan yang melandasinya, akan tetapi walaupun penyusunan sudah diatursedemikian rupa di dalam undang-undang ,pada kenyataannya dilapangan masihmenimbulkan dampak yang negatif, salah satunya yaitu korupsi. Untuk menghindaridampak negatif tersebut, maka pemerintah perlu mnerapkan prinsip-prinsip goodgaverment governance.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab terjadinyakorupsi dalam pembahasan APBD Perubahan Pemerintahan Kota Malang tahunanggaran 2015. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studikasus. Lokasi penelitian ini adalah pemerintahan Kota Malang dan sumberdataadalahsumberdata primer dan sekunder.

Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga penyebab utamaterjadinya korupsi di Kota Malang yang melibatkan 19 pejabat tinggi daerah yangterdiri dari Wali Kota dan 18 anggota DPRD. Pertama yaitu sistem pemerintahansangat mendukung terjadinya korupsi artinya ketika sistem pemerintahan itu burukmaka niscaya orang-orang di dalamnya ikut untuk melakukan kecurangan, yangkedua adalah lemahnya sistem peraturan perundang-undangan akan memberikanpeluang untuk melakukan tindakan korupsi, dan yang terakhir adalah pengawasanyang kurang efektif dari pihak-pihak yang berwenang.