SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler, Reward, Punishment, dan Keterampilan Komunikasi Peserta Didik Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Produktif Administrasi Perkantoran SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Kabupaten Malang

Iman Nufika Ligasari

Abstrak


ABSTRAK

 

 

Ligasari, I. N., 2018.Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler, Reward, Punishment, dan Keterampilan Komunikasi Peserta Didik Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Produktif Administrasi Perkantoran SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Kabupaten Malang. Skrispi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. H. Gatot Isnani, M.Si.

 

kata kunci:kegiatan ekstrakurikuler, reward, punishment, keterampilan komunikasi, hasil belajar

Pendidikan bagi umat manusia merupakan cara meningkatkan kualitas hidup dalam segala bidang, bahkan pada sejarah hidup manusia tidak ada kelompok manusia yang tidak menggunakan pendidikan sebagai cara pembudayaan dan peningkatan kualitas hidup. Kualitas pendidikan yang baik akan menghasilkan kualitas sumber daya manusia yang baik. Capaian keberhasilan dalam sebuah proses belajar dilihat dari hasil belajar yang optimal. Hasil belajar yang optimal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor misalnya, kegiatan ekstrakurikuler, reward, punishment, dan keterampilan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kegiatan ekstrakurikuler, reward, punishment, keterampilan komunikasi peserta didik, dan hasil belajar; (2) pengaruh kegiatan ekstrakurikuler terhadap hasil belajar;  (3) pengaruh reward terhadap hasil belajar; (4) pengaruh punishment terhadap hasil belajar; (5) pengaruh keterampilan komunikasi peserta didik terhadap hasil belajar; (6) pengaruh yang dominan antara variabel kegiatan esktrakurikuler, reward, punishment, dan keterampilan komunikasi peserta didik terhadap hasil belajar.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Variabel bebas dalam penelitian adalah kegiatan ekstrakurikuler (X1), reward (X2), punishment (X3), dan keterampilan komunikasi peserta didik (X4), dengan variabel terikat adalah hasil belajar (Y). Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi yang berjumlah 135 peserta didik dengan sampel yang digunakan sebanyak 100 peserta didik diambil berdasarkan rumus Issac dan Michael. Pengambilan teknik sampling menggunakan teknik proportionate random sampling. Skala yang digunakan adalah skala Likert dengan 5 opsi jawaban dari opsi sangat setuju, setuju, cukup setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Jenis data adalah data ordinal yang diubah menjadi data interval melalui MSI (Method of Successive Interval). Sumber data diperoleh dari data primer yang berasal dari responden dan data sekunder berasal dari bagian Tata Usaha, wali kelas, dan Waka Kurikulum sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Uji kelayakan instrumen dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas dengan memberikan kuesioner kepada 30 responden di luar sampel penelitian yaitu pada Program Keahlian Perbankan. Teknik analisis menggunakan analisis data deskriptif dan analisis inferensial. Sebelum dilakukan analisis regresi linear berganda, dilakukan uji asumsi klasik yaitu uji normalitas, uji multikolinieritas, dan uji heteroskedastisitas.

Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa: (1) variabel kegiatan ekstrakurikuler diklasifikasikan baik; (2) variabel reward diklasifikasikan baik; (3) variabel punishment  diklasifikasikan cukup baik; (4) variabel keterampilan komunikasi peserta didik diklasifikasikan baik; dan (5) variabel hasil belajar peserta didik menunjukkan klasifikasi nilai baik. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa: (1) model regresi memenuhi asumsi normalitas yang ditunjukkan dengan penyebaran data di sekitar garis dan mengikuti garis diagonal pada grafik P-P Plot of Regression Standardized Residual; (2) model regresi tidak terjadi gejala multikolinieritas, yang terlihat pada nilai VIF < 10 dan mempunyai angka Tolerance> 0,10; (3) model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas terlihat pada grafik scatterplot tidak membentuk pola tertentu yang teratur.

Perhitungan uji t diketahui bahwa (1) tidak ada pengaruh yang positif dan signifikan antara kegiatan ekstrakurikuler terhadap hasil belajar; (2) ada pengaruh yang positif dan signifikan antara reward terhadap hasil belajar; (3) ada pengaruh yang positif dan signifikan antara punishment terhadap hasil belajar; (4) ada pengaruh yang positif dan signifikan antara keterampilan komunikasi peserta didik terhadap hasil belajar. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,107, berarti 10,70% hasil belajar peserta didik dipengaruhi oleh variabel kegiatan ekstrakurikuler, reward, punishment, dan keterampilan komunikasi, dan sisanya sebesar 89,30% diduga dapat dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini seperti faktor kesehatan, intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, kesiapan, cara orangtua mendidik, keadaan ekonomi keluarga, teman bergaul, waktu sekolah, metode belajar, dan massmedia. Variabel dominan yang mempengaruhi hasil belajar adalah variabel punishment sebesar 6,58%.

Peneliti menyarankan: (1) guru sebagai tenaga pendidik agar lebih dapat menumbuhkan sikap aktif bagi peserta didik di kelas, sehingga keterampilan komunikasi peserta didik juga dapat meningkat, selain itu memberikan reward dan punishment yang mendidik secara tepat dan bijaksana terhadap peserta didik harus tetap diterapkan; (2) peserta didik sebaiknya tetap tidak melupakan kewajiban atau tugas sekolah dan kewajiban rumah meskipun selain mengikuti pembelajaran di kelas juga mengikuti beberapa kegiatan ekstrakurikuler, peserta didik juga tetap harus senantiasa mematuhi peraturan yang telah dibuat oleh pihak sekolah; (3) sebaiknya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait variabel lain yang  diduga  dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Misalnya faktor kesehatan, cacat tubuh,  intelegensi, perhatian, kematangan, kesiapan, faktor kelelahan, cara orangtua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orangtua, latar belakang kebudayaan, kegiatan peserta didik dalam masyarakat, massmedia, teman bergaul, bentuk kehidupan masyarakat.