SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Persepsi Akuntansi Bagi Para Pedagang Pasar Jombang, Kota Malang

Keren Margaretta Esmeralda

Abstrak


RINGKASAN

 

Esmeralda, Keren Margaretta. 2017. Persepsi Akuntansi Bagi Para Pedagang Di Pasar Jombang, Kota Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Puji Handayati, S.E., M.M., Ak., CA, C.MA.

 

Kata Kunci: persepsi akuntansi, pedagang, Pasar Jombang

Ketika mempelajari akuntansi,kita harusterlebihdahulu melihatakuntansi danperkembangannyasehingga akuntansibukan lagi menjadisuatu aktivitasatau kegiatan pencatatan laporankeuanganyanghanyadapatdilakukandanditerapkanpada jenis-jenisusaha berskala besar saja.Dalamperkembangannya, akuntansi dibagimenjadiduayakni, traditional accounting historydannew accounting history. Perbedaan mendasar dari kedua paradigma akuntansi ini yakni mengenai cara pandang mengenai apa yang dimaksud akuntansi. Didalam  traditional accounting history, yang dimaksud dengan akuntansi yakni catatan yang rinci dan terstruktur mengenai aktivitas-aktivitas keuangan perusahaan. Sedangkan dalam new accounting history, yang dimaksud dengan akuntansi yakni segala jenis catatan yang dapat memberikan informasi guna menghindari konflik yang mungkin terjadi antar pihak-pihak yang terlibat dalam sebuah usaha. Pada umumnya kebanyakan orang berpikiran bahwa pedagang di pasar tradisional pada umumnya dan Pasar Jombang, Kota Malang khususnya tidak pernah menerapkan kegiatan akuntansi dalam kegiatan perekonomian mereka. Hal ini dikatakan benar, jika akuntansi yang dilihat merupakan akuntansi menurut traditional accounting history. Namun jika dilihat menggunakan kacamata new accounting history, maka para pedagang di Pasar Jombang ini juga menerapkan akuntansi. Meskipun sederhana, namun akuntansi yang diterapkan oleh para informan ini dinilai lebih sesuai dengan nilai-nilai budaya Bangsa Indonesia ketimbang akuntansi konvensional yang terlalu bersifat materialistis dikarenakan akuntansi konvensional yang dilahirkan ditengah lingkungan kapitalis.

Penelitian ini memiliki tujuan teoritis untuk mengetahui apakah para aktivitas pencatatan keuangan yang dilakukan oleh para pedagang di Pasar Jombang, Kota Malang ini memang dapat dikategorikan ke dalam aktivitas akuntansi. Selain itu, penelitian ini juga mencoba untuk mengungkapkan bagaimana cara pandang para pedagang di pasar tradisional ini mengenai akuntansi. Apa yang mereka ketahui tentang akuntansi. Untuk memperoleh hasil yang akurat, peneliti memilih 3 (tiga) orang pedangang yang memiliki jenis barang dagang yang relatif berbeda dan telah berjualan di Pasar Jombang, Kota malang untuk jangka waktu lebih dari 10 (sepuluh) tahun. Alasan peneliti memilih para pedagang yang telah memiliki pengalaman berdagang di Pasar Jombang lebih dari 10 (sepuluh) tahun yakni lantaran peneliti ingin mengetahui bagaimana cara para informan ini mengelola keuangannya yang notabene sangat berbeda dengan sistem pencatatan akuntansi konvensional, namun masih tetap mampu bertahan da mengembangkan usaha yang dijalankan.

Untuk menjelaskan fenomena akuntansi dilingkungan pasar tradisional ini, peneliti menggunakan metode penelitian Ground Theory. Metode penelitian Ground Theory dinilai cocok untuk digunakan dalam penelitian kali ini lantaran Ground Theory merupakan metode penelitian kualitatif yang berusaha membangun  teori dasar menjadi teori yang tingkat menengah (teori yang mampu digeneralisasikan). Sedangkan dalam hal menganalisis data, peneliti menggunakan metode induksi analitis, yakni sebuah metode analisis data kualitatif dengan cara mengembangkan penjelasan apa penyebab terjadinya suatu fenomena dari satu atau lebih kejadian.

Pada akhirnya, dapat dibuktikan bahwa pencatatan-pencatatan sederhana yang dilakukan oleh para informan penelitian ini dalam aktivitas perdagangan mereka sehari-hari dapat dikategorikan kedalam “akuntansi” meskipun sangat berbeda dengan cara pencatatan akuntansi konvensional, namun apa yang dilakukan oleh para informan ini tetap dapat dikategorikan sebagai aktivitas pencatatan akuntansi karena tujuan utama dari aktivitas akuntansi yakni untuk memberikan informasi guna menghindari konflik yang mungkin terjadi antar pihak-pihak yang terlibat dalam sebuah usaha terlepas dari apakah pencatatan yang dilakukan tersebut tergolong dalam pencatatan yang rumit atau sederhana. Melalui penelitian ini pula dapat dibuktikan bahwa akuntansi tidak hanya dapat diterapkan dalam jenis-jenis usaha berskala besar saja. Setiap jenis usaha baik berskala mikro, kecil, menengah, hingga berskala besar pun dapat menerapkan akuntansi dalam kegiatan operasionalnya. Tentunya dengan sistem dan model pencatatan akuntansi yang berbeda-beda, tergantung pada tingkat kebutuhan informasi para pengguna laporan keuangan tersebut.

Meskipun demikian, penelitian ini masih memiliki beberapa kekurangan yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan penelitian selanjutnya. Kekurangan-kekurangan tersebut diantaranya penelitian ini hanya dilakukan di 1 (satu) pasar tradisional saja dengan mengambil 3 (tiga) orang dari total 27 (atau sekitar 11%) pedagang di Pasar Jombang, Kota Malang sebagai subjek penelitian. Sehingga hasil penelitian yang ada belum dapat digeneralisasikan untuk menghasilkan teori tingkat menengah.