SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

pengaruh financial distress terhadap penerimaan opini audit going concern yang dimoderasi opini audit tahun sebelumnya

Ahmad Nanang Subakti

Abstrak


RINGKASAN

 

Subakti, Ahmad Nanang. 2018. Pengaruh Financial Distress Terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern yang di Moderasi Opini Audit Tahun Sebelumnya di Perusahaan Tambang Batubara yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2016.  Skripsi. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing : Sawitri Dwi Prastiti, S.E., M.Si., Ak.

 

Kata Kunci : Financial Distress, Opini Audit Tahun Sebelumnya, Opini Audit Going Concern.

Perusahaan tambang batubara merupakan salah satu perusahaan yang terkena dampak melemahnya ekonomi di Cina. Melemahnya ekonomi di Cina  membuat banyak perusahaan tambang batubara di Indonesia mengalami pailit. Salah satu penyebab yaitu menurunya harga jual batubara dan juga  menurunya ekspor batubara ke negara Cina. Hal ini membuat banyak perusahaan tambang batubara di Indonesia  mengalami financial distress. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan pengaruh financial distress terhadap opini audit going concern yang di moderasi opini audit tahun sebelumnya.

Populasi yang digunakan adalah laporan keuangan perusahaan tambang batubara yang terdaftar di BEI tahun 2012-2016. Teknik pengambilan sampel menggunakan  purposive sampling  dengan jumlah 70 laporan keuangan. Jenis data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder, sedangkan sumber data di peroleh dari website resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) berupa laporan keuangan tahunan perusahaan tambang batubara. Analisis data untuk pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi logistik yang diolah menggunakan SPSS 20.

Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa variabel financial distress berpengaruh negatif terhadap opini audit going concern. Sedangkan variabel moderasi opini audit tahun sebelumnya meningkatkan pengaruh pengaruh financial distress terhadap opini audit tahun sebelumnya. Keterbatasan dalam penelitian ini sepanjang tahun 2012-2016,  peneliti mengamati fenomena-fenomena banyak perusahaan tambang batubara yang mengalami kerugian antara tahun tersebut. Berdasarkan nilai Nagalkerke R Square  hanya mampu menjelaskan pengaruh financial distress  dan opini audit tahun sebelumnya terhadap opini audit  going concern  sebesar 0,534. Peneliti selanjutnya diharapkan tidak hanya menggunakan di perusahaan tambang batubara saja tetapi dapat juga meneliti diperusahaan otomotif,  manufaktur, maupun perbankan yang mengalami kerugian sama. Penelitian berikutnya dapat mempertimbangkan variabel lain yang lain diidentifikasi untuk menjelaskan pemberian opini audit going concern.