SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Akuntansi Persediaan pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Malang

Syst Kariyanti Ika Kartika

Abstrak


Kartika, Syst Kariyanti Ika. 2009. Analisis Akuntansi Persediaan pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Malang. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi Program Studi Diploma III Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Ika Putri Larasati, S.E, M.Com.

Kata Kunci: Persediaan, Penilaian, Pencatatan, Pelaporan

Setiap perusahaan, baik BUMS maupun BUMN/BUMD yang bergerak dalam bidang perdagangan dan industri pasti memiliki persediaan untuk mendukung kegiatan operasinya dan beberapa BUMN/BUMND yang bergerak dalam bidang jasa juga memiliki persediaan. Berdasarkan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP)Tahun 2005 tentang persediaan, penilaian persediaan berdasarkan cara perolehannya yang dibagi menjadi tiga macam, yaitu dinilai dengan harga perolehan apabila diperoleh dengan membeli, diperoleh dengan memproduksi sendiri dinilai dengan biaya standard dan menggunakan nilai wajar apabila diperoleh dengan cara lainnya (donasi/rampasan). Kesalahan penilaian dan pencatatan akan berpengaruh pada pelaporan. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian akuntansi persediaan pada laporan keuangan KPPBC Tipe Madya Cukai Malang berdasarkan SAP No. 1 dan No. 5 Tahun 2005.

Metode yang digunakan dalam perolehan data adalah interview dan dokumentasi. Teknik pemecahan masalah dilakukan dengan membandingkan antara teori akuntansi persediaan (SAP Tahun 2005) dengan data-data yang diperoleh selama PKL, khususnya mengenai pencatatan, penilaian dan pelaporan persediaan. Jika terdapat penyimpangan, maka akan dilakukan koreksi.

Hasil penelitian tersebut, KPPBC Tipe Madya Cukai Malang menilai persediaan berdasarkan harga perolehan (nilai pembelian terakhir). Pencatatan persediaan dilakukan dengan menggunakan metode perpetual saat terjadi mutasi, Dalam neraca, persediaan hanya disajikan sebesar nilai pada tahun pelaporan, dan dalam catatan atas laporan keuangan hanya dilaporkan berupa meliputi nilai keseluruhan persediaan dan nilai persediaan berdasarkan bagan perkiraan standar SABMN. Sehingga hal tersebut mengurangi informasi keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa akuntansi persediaan pada KPPBC Tipe Madya Cukai Malang telah mengakomodir dari SAP Tahun 2005, meskipun masih terdapat beberapa kelemahan.