SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PengembanganModulAdministrasiKeuanganBerbasisDiscovery LearningPadaKompetensiDasarMenerapkanPembayaranTunaiMelaluiKasUntukMeningkatkanHasilBelajarSiswa (StudiPadaKelas XI APK SMK Negeri 1 Malang).

Kamatri Cahyo

Abstrak


ABSTRAK

 

Modul Administrasi Keuangan berbasis discovery learning adalah modul yang menuntut siswa untuk belajar mencari dan menemukan sendiri. Dimana dalam pengunaannya modul terdiri dari 6 tahapan yaitu, stimulation (stimulasi), problem statement (pernyataan), data collection (pengumpulan data), data processing (pengolahan data), verification (pembuktian), dan generalization (penarikankesimpulan).

Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk (1)Menghasilkan modul Administrasi Keuangan Berbasis Discovery Learning pada Kompetensi Dasar Menerapkan Pembayaran Tunai Melalui Kas untuk siswa kelas XI APK semester genap di SMK Negeri 1 Malang (2) Mengetahui kelayakan modul Administrasi Keuangan Berbasis Discovery Learning melalui hasil validasi yang dilakukan oleh subjek uji coba (3) Menguji efektivitas modul dalam kegiatan belajar mengajar melalui peningkatan hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran Administrasi Keuangan Menerapkan Pembayaran Tunai Melalui Kas untuk siswa kelas XI APK di SMK Negeri 1 Malang.

Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan dari Borg &Gall yang diadaptasi dari model pengembangan Suparti dengan menggunakan 10 tahapan. Data yang digunakana dalah data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari hasil penilaian dari ahli materi, ahli modul, dan 6 siswa sebagai subjek uji coba produk, dan 36 siswa sebagai uji coba pemakaian. Sedangkan data kualitatif didapat dari hasil kritik dan saran yang diperoleh dari validator yaitu ahli materi, ahli modul, dan 6 siswa sebagai uji coba produk.

Hasil rata-rata yang didapat dari penilaian validasi modul sebesar 89,67% yang artinya sangat valid digunakan. Penelitian pengembangan modul juga terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan perolehan rata-rata nilai posttest, dimana nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dari pada nilai rata-rata kelas kontrol dengan selisih 3,65. Dari hasil pada kelas eksperimen dan kelas kontrol tersebut maka modul yang dikembangkan cukup efektif digunakan dalam proses pembelajaran untuk meningktakan hasil belajar siswa.