SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Memaknai Informasi Keuangan Bagi Kepentingan Kredit Pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)

Marta Tia Wandira

Abstrak


RINGKASAN

 

Wandira, Marta Tia. 2017. Memaknai Informasi Keungan bagi Kepentingan Kredit  pada Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Skripsi. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: Sawitri DwiPrastiti, S.E., M.Si., Ak.

 

Kata kunci: Informasi Keuangan, Survey, Kredit, Petugas KUR, Verifikasi Adminitrasi, Intuisi, SAK ETAP.

Usaha Mikro Kecil dan menengah merupakan usaha ekonomi rakyat yang mampu menggerakan roda perekonomian bangsa. Pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya terkendala oleh modal, oleh karena itu Pemerintah memberikan  program pembiayaan KUR untuk para pelaku UMKM. Kredit KUR ini diperuntukan bagi semua masyarakat yang mempunyai usaha dan ingin mengembangkan usahanya. Modal yang didapat dari pinjaman dana seharusnya dikelola dengan baik seperti setiap transaksi akan keluarnya modal tersebt dicacat dalam bentuk laporan keuangan. Akan tetapi pelaku UMKM kesulitan dalam membuat laporan keuangan sekalipun ada standar yang mengatur tentang cara menyusun laporan keuangan bagi pelaku UMKM. SAK ETAp merupakan standar pencatatan laporan keuangan bagi pelaku UMKM. Minimnya pemahaman informasi keuangan oleh UMKM ini berdampak pada  kurang berkembangnya usaha mereka karena pelaku UMKM tidak bisa mengelola dengan baik keuangannya. Pemahaman yang baik akan informasi keuangan akan memberikan dampak yang baik untuk usaha sehingga usaha pelaku UMKM akan lebih maju.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat informasi keuangan dari sisi pelaku UMKM dan petugas KUR bank. Penelitian ini menggunakna pendekatan kualitatif dengan studi kasus, yaitu data penelitian yang diperoleh dari hasil wawancara dituangkan dalam bentuk kutipan-kutipan wawancara. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia yaitu peneliti sendiri.

 Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa pelaku UMKM tidak memahami akan informasi keuangan sehingga informasi keuangan menjadi tidak bermanfaat. Dari laporan keuangan yang dimiliki pelaku UMKM, pelaku UMKM tersebut hanya mengetahui tentang laba rugi saja. Minimnya pengetahun tentang informasi keuangan menjadikan informasi keuangan ini tidak bermanfaat. Begitupun dengan pihak bank, petugas KUR tidak menggunakan laporan keuangan milik nasabah saat pengajuan kredit dikarenakan petugas KUR menghitung sendiri pendapatan, omset, biaya-biaya, dan lain-lain  melalui pengamatan (survey). Proses penyaluran kredit dan penilaian kredit dilakukan melalui pengamatan (survey), verifikasi data dan intuisi dan tidak menggunakan laporan keuangan milik nasabah sebagai disetujui atau tidaknya kredit tersebut.