SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Herding terhadap Keputusan Investasi Korektif dengan Regret Aversion sebagai Mediasi.

Virga Habib Sukamto

Abstrak


ABSTRAK

 

Tujuan utama investasi adalah untuk memperoleh keuntungan atau nilai tambah yang dilakukan sekarang untuk di masa yang akan mendatang.  Pasar modal merupakan salah satu sarana investor untuk bisa melakukan investasi dan menyediakan berbagai macam produk portofolio terutama saham.  Keunggulan investasi saham dipasar modal adalah keuntungan yang besar dan menjanjikan dibandingkan produk investasi lainnya.  Akan tetapi, Investasi saham juga memiliki kelemahan yaitu investasi saham juga memiliki risiko yang besar bahkan mampu membuat investor mengalami kerugian dalam jumlah yang besar.  Oleh karena itu, dalam rangka menanggulangi kerugian investor harus disiplin untuk mengoreksi dan mengambil keputusan investasi secara emergency atau korektif agar mampu menyelamatkan kinerja portofolionya.  Beberapa faktor yang mempengaruhi investor melakukan koreksi diantaranya adanya perilaku herding.  Selain itu, perilaku regret aversion juga mempengaruhi investor untuk melakukan koreksi portofolionya dalam rangka menghindari penyesalan yang tidak diinginkan.  Subjek dalam penelitian ini yaitu investor yang berinvestasi di pasar modal Indonesia.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh herding terhadap keputusan investasi korektif melalui regret aversion.

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan kuisioner online.  Sampel penelitian ini adalah 115 investor yang tergabung dalam komunitas ISP (Investor Saham Pemula), YCMC (Youth Capital Market Community), House Of Stock,  Stockpreneur21, dan Yuk Senang Profit. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang dilakukan dengan uji asumsi klasik dan pengujian hipotesis dengan metode analisis jalur.

 

Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa (1) herding tidak berpengaruh negatif signifikan terhadap keputusan investasi korektif, (2) herding tidak berpengaruh positif signifikan terhadap regret aversion, (3) regret aversion berpengaruh negatif signifikan terhadap keputusan investasi korektif, dan (4) herding berpengaruh negatif signifikan terhadap keputusan investasi korektif melalui regret aversion.  Dari hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa investor dalam melakukan koreksi disebabkan oleh adanya perilaku regret aversion sehingga tanpa disadari adanya perilaku herding yang telah dilakukan oleh investor khususnya dalam menghadapi situasi pasar yang tidak kondusif. Saran yang diberikan terkait penelitian ini yaitu: (1) Bagi investor harus selalu disiplin untuk mengawal kinerja portofolionya dan (2) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan menggunakan sampel untuk investor yang memiliki pengalaman lebih dari 5 atau 10 tahun agar memahami peristiwa herding sebenarnya karena diasumsikan telah mengalami peristiwa krisis yang menyebabkan crash di pasar modal seperti yang terjadi di tahun 2008.