SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Pergaulan Teman Sebaya Dan Perhatian Orangtua Terhadap Motivasi Belajar

MAHARDINA PUTRI AYUNDA DEWI

Abstrak


ABSTRAK

 

Motivasi merupakan tahap awal dalam belajar yang memberikan dorongan kepada siswa untuk menggerakkan dan melakukan kegiatan belajar yang secara umum dapat mempengaruhi keberhasilan siswa. Dengan adanya proses pembelajaran di sekolah, motivasi belajar berfungsi sebagai pendorong usaha dalam pencapaian prestasi pada pelajaran. Motivasi siswa berasal dari 2 sumber yaitu motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsik. Dalam penelitian ini yang mempengaruhi motivasi ekstrinsik siswa adalah pergaulan teman sebaya dan perhatian orangtua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pergaulan teman sebaya terhadap motivasi belajar siswa (2) pengaruh pengaruh perhatian orangtua terhadap motivasi belajar siswa.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kausal. Populasi untuk penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Program Keahlian Akuntansi di SMK Kepanjen Malang tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 205 siswa, dengan proportional random sampling diperoleh sampel 135 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan menggunakan skala likert untuk mengukur pergaulan teman sebaya, perhatian orangtua dan motivasi belajar. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan pengujian hipotesis menggunakan uji t dengan bantuan program SPSS versi 21.0.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) terdapat pengaruh positif signifikan pergaulan teman sebaya terhadap motivasi belajar siswa dengan tingkat sig. sebesar 0.012 < 0.05 (2) terdapat pengaruh positif signifikan perhatian orangtua terhadap motivasi belajar siswa dengan tingkat sig. sebesar 0.034 < 0.05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi pergaulan teman sebaya dan perhatian orangtua maka semakin tinggi pula motivasi belajar siswa, begitu pula sebaliknya.

Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu peneliti tidak dapat mengetahui secara langsung satu persatu apakah responden mengisi sesuai dengan keadaan yang sebenarnya atau tidak sehingga dimungkinkan adanya ketidaksesuaian jawaban yang diberikan dengan kondisi yang sebenarnya. Maka dari itu bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk membuat teknik pengambilan data yang lebih akurat dan tidak hanya menggunakan angket, misalnya disertai dengan wawancara.