SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa Tahun 2016 di Desa Bululawang

Ika Nurjanah .

Abstrak


ABSTRAK

 

Nurjanah, Ika. 2018. Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa Tahun 2016 di Desa Bululawang. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Hj. Puji Handayati, S.E, M.M, Ak.CA,CMA,CIBA.

 

Kata Kunci: akuntabilitas, pengelolaan keuangan desa, APBDes

Otonomi daerah merupakan hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur sendiri urusan pemerintahannya termasuk dalam hal keuangan. Diterapkannya sistem desentralisasi pada pemerintah desa, menuntut desa mampu bertanggung jawab atas segala wewenangnya dalam mengelola keuangan. Pertanggungjawaban tersebut merujuk pada istilah akuntabilitas, yang sampai saat ini akuntabilitas pengelolaan keuangan desa masih dinilai sangat minim. Fokus pada penelitian ini adalah untuk mengetahui akuntabilitas pengelolaan keuangan desa di Desa Bululawang untuk anggaran tahun 2016 yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan intepretif. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui wawancara serta dokumentasi. Dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan desa, Desa Bululawang berpedoman pada Permendagri Nomor 113 tahun 2014 tentang pengelolaan keuangan desa. RKPDes dan RPJMDes merupakan dokumen yang dijadikan dasar pemerintah desa dalam melaksanakan pembangunan dan kegiatan yang menggunakan keuangan desa. APBDes merupakan anggaran yang nantinya akan dipertanggungjawabkan realisasinya kepada bupati melalui camat sebagai wujud dari akuntabilitas pengelolaan keuangan desa secara vertikal.

Akuntabilitas pengelolaan keuangan desa di Desa Bululawang dapat dikatakan akuntabel secara vertikal, namun untuk akuntabilitas secara horizontal masih perlu adanya peningkatan kemampuan dan kreatifitas pemerintah desa dalam mewujudkannya. Akutabilitas pada perspektif perangkat desa lebih dimaknai sebagai bentuk amanah yang nantinya akan dipertanggungjawabkan kepada Allah.