SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DI SMA LABORATORIUM UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Amelia Nurul Fatimah

Abstrak


ABSTRAK

Fatimah, Amelia Nurul. 2017. Perbedaan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa dan Hasil Belajar Siswa pada Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sulastri, S.Pd.,M.SA (II) Hj. Yuli Widi Astuti, S.E.,M.Si. Ak

 

Kata Kunci: Keterampilan Berpikir Kritis, Hasil Belajar, Problem Based Learning, Inkuiri Terbimbing

 

Kurikulum 2013 pada dasarnya menekankan pada keaktifan siswa. Meningkatkan keaktifan peserta didik tidaklah mudah, diperlukan adanya inovasi model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik pendekatan saintifik. Menurut Permendikbud No 65 Tahun 2013 problem based learning dan inkuiri merupakan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik pendekatan saintifik. Problem based learning merupakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah dengan memfokuskan siswa pada masalah-masalah praktis digunakan untuk merangsang berpikir tingkat tinggi. Sedangkan inkuiri terbimbing merupakan model pembelajaran kontekstual dimana guru akan membimbing siswa dalam menyelesaikan masalah, membangun pengetahuan melalui proses menemukan. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui dua hal, yaitu perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa antara kelas yang diberi model pembelajaran Problem Based Learning dengan kelas yang diberi model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dan perbedaan hasil belajar siswa antara kelas yang diberi model pembelajaran Problem Based Learning dengan kelas yang diberi model pembelajaran Inkuiri Terbimbing.

Rancangan penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Experimental dengan desain control group pretest and posttest design. Populasinya terdapat pada kelas XI IPS SMA Laboratorium UM yang terdiri dari lima kelas dengan jumlah siswa 160 siswa. Sampel diambil dengan menggunakan teknik Purposive Random Sampling sehingga diperoleh dua kelas dengan jumlah 64 siswa. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Uji- t Independent Sample Test untuk membandingkan kedua data tersebut sama atau berbeda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis antara kelas model pembelajaran problem based learning dan kelas model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan signifikansi 0,006 < 0,05 dan juga terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara kelas model pembelajaran problem based learning dan kelas model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan signifikansi 0,009 < 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini yakni terdapat perbedaan antara keterampilan berpikir kritis siswa dan hasil belajar antara kelas model pembelajaran problem based learning dan kelas model pembelajaran inkuiri terbimbing. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, saran yang dapat diberikan adalah guru dapat menerapkan pembelajaran inkuiri terbimbing dikelas, karena sudah terbukti keberhasilanya.