SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PEMAKNAAN PENGELOLAAN DANA DESA DI DESA GENENGAN KECAMATAN DOKO KABUPATEN BLITAR

Sendy Pradana

Abstrak


ABSTRAK

 

Pradana, Sendy. 2017. Pemaknaan Pengelolaan Dana Desa Di Desa Genengan Kecamatan Doko Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Sawitri Dwi Prastiti, S.E., M.Si., Ak. (II) Sriyani Mentari, S.Pd., M.M

 

Kata Kunci:Dana Desa, Interaksi Simbolik, Desa Genengan, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar

 

Fokus dari penelitian ini adalah bermaksud untuk memahami interaksi simbolik pada pengelolaan Dana Desa yang tampak pada tema partisipasi perwakilan masyarakat dalan memutuskan program Dana Desa, proses penyusunan anggaran, realisasi pembangunan fisik yang ditentukan oleh TPK dan pengelolaan Dana Desa yang dialokasikan bagi pemberdayaan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi untuk menjawab fokus penelitian dengan menggunakan teori interaksi simbolik untuk memaknai pemahaman dari Kepala Desa, Ketua RT, Ketua Karang Taruna terkait dengan fokus penelitian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Dana Desa terbagi menjadi 2 pengelolaan yaitu pengelolaan pembangunan fisik dan pengelolaan pemberdayaan masyarakat. Interaksi simbolik yang tampak pada pengelolaan pembangunan fisik adalah tingkat kehadiran masyarakat pada perencanaan dapat digunakan untuk legitimasi birokrat Kepala Desa dalam menentukan program dan partisipasi masyarakat dalam perencanaan Dana Desa merupakan partisipasi semu dilihat dari partisipasi Ketua RT dalam musyawarah perencanaan hanya sebagai simbol perwakilan dari masyarakat serta kehadiran Ketua Karang Taruna pada perencanaan hanya sebagai simbol partisipasi lembaga desa dalam mendukung terpenuhinya perencanaan partisipatif. Sedangkan interaksi simbolik yang tampak pada pelaksanaan realisasi pembangunan fisik adalah ruang lingkup Tim Pengelola Kegiatan (TPK) yang sangat luas disertai keanggotaan yang hampir sama pada setiap tahunnya mengakibatkan TPK menjadi simbol kekuasaan baru di Desa.Interaksi simbolik yang tampak pada pengelolaan pemberdayaan masyarakat adalah interaksi simbolik partisipasi semu yang tampak pada perencanaan yaitu kehadiran masyarakat dalam perencanaan bersifat neatif dan mendengarkan pemaparan Pemerintah Desa mengenai program pemberdayaan yang akan dilaksanakan. Sedangkan interaksi simbolik yang tampak pada pelaksanaan yaitu tidak adanya suistainability dan kontribusi ekonomi pada pelaksanaan pemberdayaan masyarakat menunjukkan bahwa DD untuk pemberdayaan masyarakat sebagai wujud legitimasi dari Kepala Desa.