SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

MAKNA LABA DALAM PERSPEKTIF PENGUSAHA GARAM SKALA MIKRO DI KABUPATEN PAMEKASAN

Fahmi Nur Dini

Abstrak


ABSTRAK

 

Dini, Fahmi Nur. 2018. Makna Laba Dalam Perspektif Pengusaha Garam Skala Mikro di Kabupaten Pamekasan. Skripsi. Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Puji Handayati, S.E, M.M, Ak, CA, CMA, CIBA.

 

Kata Kunci : Makna Laba, Usaha Mikro.

 

Pamekasan merupakan salah satu penghasil garam terbesar di Jawa Timur. Musim kemarau terjadi pada bulan Mei sampai bulan Oktober yang biasanya merupakan saatnya memulai pertanian garam. Faktor keberhasilan petani garam tergantung pada kondisi alam, yaitu apakah  musim kemarau itu panjang atau tidak. Kebutuhan garam saat ini terus meningkat. Apabila di bandingkan antara kebutuhan nasional dan kemampuan produksi maka produksi nasional hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumsi saja.Tidak adanya garam menyebabkan para pengusaha garam kesulitan dalam men stok garam untuk di perjual belikan, sehingga para pengusaha tersebut kesulitan untuk mendapatkan pendapatan dan laba dari usaha yang biasa di jalaninya. Berbagai cara di lakukan oleh pengusaha agar tetap menerima pemasukan keuangan. Maka dari itu, akan di temukan sudut pandang yang berbeda dari pengusaha garam. Sehingga peneliti ingin mengetahui lebih dalam lagi mengenai makna laba dalam perspektif pengusaha garam skala mikro di Kabupaten Pamekasan.

Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif, fenomenologi transendental. Pada penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen sekaligus pengumpulan data. Prosedur pengumpulan data di lakukan dengan wawancara langsung kepada pengusaha garam skala mikro. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengusaha garam skala mikro mengetahui laba yang di miliki dengan melihat bertambahnya kekayaan yang mereka miliki. Kesimpulan yang di dapatkan dalam penelitian ini adalah (1) Tujuan seseorang bekerja adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari termasuk pengusaha garam skala mikro ini. Laba adalah hasil dari usaha yang di jalaninya yang di gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari, (2) Laba adalah ketika pengusaha dapat memperluas usahanya serta dapat berinvestasi, (3) Laba merupakan kepuasan batin ketika para pengusaha garam dapat memberikan pelayanan yang baik untuk pelanggannya sehingga pelanggan merasa puas, (4) Menurut pengusaha garam laba adalah kebebasan memilih waktu bekerja. Tidak terpaku pada jam kerja seperti karyawan kantoran sehingga bebas memiliki banyak waktu luang bersama keluarga, (5) Laba menurut pengusaha garam adalah ketika mereka mampu menyisihkan uang dari hasil usaha mereka untuk bersedekah dan membantu orang lain, (6) Bagi pengusaha yang selalu ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT , bersilaturrahmi dengan para pelanggan ataupun bukan pelanggan juga merupakan keuntungan  mereka sehingga bisa menambah adanya relasi.