SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Due Professional Care, Akuntabilitas dan Pengalaman Auditor terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di Kota Malang)

Andik Kurniawan

Abstrak


Abstrak

 

Kualitas audit dapat diartikan sebagai baik tidaknya hasil pemeriksaan yang telah dilakukan oleh seorang auditor. Untuk menghasilkan kualitas audit yang baik, peran auditor profesional sangat diperlukan untuk mengurangi ketidakselarasan informasi antara pihak manajemen perusahaan dengan pemegang saham. Temuan-temuan auditor dalam audit yang telah dilakukan dapat mengurangi dan mencegah terjadinya suatu kecurangan yang mungkin dilakukan suatu perusahaan, sehingga pihak-pihak pengguna laporan keuangan tidak akan dirugikan. Kualitas audit sangat penting bagi pengguna jasa audit khususnya pemegang saham yang menaruh harapan tinggi bahwa laporan keuangan yang telah diaudit telah bebas dari salah saji material. Due professional care, akuntabilitas dan pengalaman memiliki peran penting dalam penentu kualitas audit. Berdasarkan Attribution Theory, perilaku auditor dipengaruhi oleh kekuatan internal (internal forces) dan kekuatan eksternal (external forces). Kekuatan tersebut akan berdampak pada sikap auditor dalam menghadapi situasi tertentu sehingga akan mempengaruhi kualitas audit yang dihasilkan.

            Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh due professional care, akuntabilitas dan pengalaman auditor terhadap kualitas audit dengan menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kantor Akuntan Publik (KAP) di Kota Malang. Hasil penelitian terdapat enam (6) KAP dengan 68 auditor. Data yang digunakan merupakan data primer yang berasal dari auditor yang bekerja pada KAP di Kota Malang, yaitu auditor yang menduduki jabatan sebagai partner, manajer, auditor senior dan junior.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa due professional care, akuntabilitas dan pengalaman auditor berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Hal ini berarti bahwa ketika nilai due professional care, akuntabilitas dan pengalaman auditor di KAP tinggi, maka kualitas audit yang dihasilkan juga akan tinggi. Sedangkan saat nilai due professional care, akuntabilitas dan pengalaman auditor di KAP rendah, maka kualitas audit yang dihasilkan juga akan rendah. Berdasarkan hasil penelitian, auditor disarankan selalu menerapkan sikap skeptisme profesional dalam menentukan setiap keputusan yang diambil dan juga memiliki motivasi dan tanggung jawab yang tinggi dalam melaksanakan tugas audit. Auditor juga diharapkan dapat meningkatkan kinerjanya dengan bekal pengalaman yang didapatkan saat melaksanakan tugas audit, sehingga laporan audit yang dihasilkan lebih berkualitas.