SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ANALISIS KUALITAS LAPORAN KEUANGAN SEBELUM DAN SETELAH PENGGUNAAN IFRS PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

Embun Estina Noviandari

Abstrak


ABSTRAK

 

Laporan keuangan yang berkualitas merupakan sumber informasi yang mendukung pengguna laporan keuangan untuk mengambil keputusan yang tepat. Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan tahun 2015, laporan keuangan dikatakan berkualitas jika memenuhi keempat karakteristik kualitatif yang terdiri atas dapat dipahami, relevan, keandalan, dan dapat dibandingkan. Laporan keuangan yang berkualitas berhubungan dengan standar akuntansi yang digunakan dalam proses penyusunan laporan keuangan (Kartikahadi et al., 2012:13). Salah satu standar akuntansi yang banyak digunakan yaitu International Financial Reporting Standards (IFRS). Penggunaan IFRS dinilai dapat menyebabkan perbedaan pada kualitas laporan keuangan (Ball, 2006:15). Penyajian laporan keuangan yang berkualitas dapat meningkatkan nilai perusahaan sehingga mempermudah perusahaan memperoleh kepercayaan dari investor dan kreditor untuk mendapatkan modal. Pernyataan ini sesuai dengan teori akuntansi positif mengatakan bahwa perusahaan memilih kebijakan akuntansi dengan tujuan untuk memaksimalkan nilai perusahaan (Rahmawati, 2012:86).

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan kualitas laporan keuangan yang meliputi dapat dipahami, relevan, keandalan, dan dapat dibandingkan sebelum dan setelah penggunaan IFRS. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan studi komparatif. Teknik pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan terpilih sampel sebanyak 80 perusahaan. Analisis data menggunakan statistik nonparametrik Wilcoxon Sign Rank Test.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kualitas dapat dipahami, relevan, keandalan, dan dapat dibandingkan pada laporan keuangan sebelum dan setelah penggunaan IFRS. Hal tersebut disebabkan karena IFRS mengharuskan pengungkapan yang lebih komprehensif yang membuat laporan keuangan lebih dapat dipahami. Pengungkapan yang komprehensif mencerminkan bahwa laporan keuangan bersifat jujur, transparan dan andal. IFRS yang menekankan penggunaan nilai wajar menyebabkan perbedaan pada kualitas relevan karena penggunaan nilai wajar dapat membuat informasi keuangan menjadi lebih prediktif.