SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Peristiwa Pengumuman Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) Terhadap Reaksi Pasar di Perusahaan yang Listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2016

Triana Eva Adiningsih

Abstrak


ABSTRAK

Adiningsih, Triana Eva. 2017. Pengaruh Peristiwa Pengumuman Pengampunan Pajak
(Tax Amnesty) Terhadap Reaksi Pasar di Perusahaan yang Listing di Bursa Efek
Indonesia (BEI) Periode 2016. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi,
Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Bambang Sugeng, S.E.,
M.A., M.M., Ak.

 


Kata Kunci: Studi Peristiwa, Teori Pesinyalan, Hipotesis Pasar Efisien, Teori
Mekanisme Pasar, Pengampunan Pajak

 

Pada tanggal 1 Juli 2016 terjadi peristiwa pengumuman pengampunan pajak. Peristiwa ini menjadikan pengakuan asset baik dalam maupun luar negeri oleh wajib pajak. Masuknya dana dari luar negeri menjadikan arus kas dalam negeri menjadi lebih besar. Hal ini didukung oleh Liputan6.com (28 Juni 2016) menuliskan “Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (28/6/2016), IHSG naik 46,11 poin atau 0,95 persen ke level 833, 85. Seluruh indeks saham acuan kompak menguat”. Sedangkan Asmorojati, dkk (2017) dan Sanjiwani & Jati (2017) menyatakan bahwa tidak terdapat abnormal return sebelum dan sesudah peristiwa tax amnesty. Hal ini menjadikan penulis ingin meneliti ulang dengan memperbaiki metode penelitian.

Dalam metode penelitian ini akan digunakan dua variabel, yakni peristiwa pengumuman pengampunan pajak dan reaksi pasar. Namun, reaksi pasar memiliki dua sub variabel, yakni abnormal return dan abnormal trading volume activity. Selain itu, penulis menggunakan tiga teori, yaitu hipotesis pasar efisien, teori pesinyalan, dan teori mekanisme pasar. Bentuk efisiensi pasar modal mempengaruhi kecepatan sinyal ditangkap oleh para investor, jenis sinyal menentukan jumlah return yang positif atau negatif. Untuk mengetahui reaksi pasar modal terhadap peristiwa pengumuman pengampunan pajak (Tax Amnesty), bentuk efisiensi pasar, kecepatan penangkapan sinyal dan jenis dari sinyal yang ditimbulkan maka dilakukan penelitian event study deskriptif dengan 393 saham perusahaan yang listing sebagai sampel penelitian.

Selama periode pengamatan terbentuk abnormal return positif pada setiap event window yang ditetapkan penulis dengan tingkat alpha hanya 1%. Sedangkan untuk abnormal trading volume activity justru negative. Ketidaksempurnaan pasar dalam menyerap informasi publik dalam jangka waktu yang cukup lama menandakan bentuk efisiensi pasar Indonesia adalah setengah kuat (semistrong form) yang mendekati lemah dengan sinyal positif timbul dari peristiwa. Adanya hasil yang berlawanan antara abnormal return dan abnormal trading volume activity ini sesuai dengan teori mekanisme pasar.

Penelitian selanjutnya dapat memfokuskan pada teori mekanisme pasar, dengan hal yang diuji adalah : a. dilihat dari sisi permintaan. Harga yang terbentuk terlalu tinggi, sehingga tidak tercapai kesepakatan. Atau dengan kata lain, pembeli tidak bersedia karena harga tidak sesuai dengan keinginan mereka. b. dilihat dari sisi penawaran. Pemegang saham menahan keuntungan yang ada, atau tidak merealisasikan keuntungan, karena berharap adanya kenaikan harga yang lebih tinggi atau keuntungan lain di masa mendatang. Serta dapat menambah event window setelah peristiwa lebih dari sepuluh hari, agar diketahui batas event window yang sesungguhnya diakibatkan oleh adanya peristiwa pengumuman pengampunan pajak.