SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Pelaksanaan dan Permasalahan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru Akuntansi

SILVIANA VEBRIYANTI

Abstrak


ABSTRAK

 

Vebriyanti, Silviana. 2017. Analisis Pelaksanaan dan Permasalahan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru Akuntansi. Skripsi. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Sulastri, S.Pd, M.SA.

 

Kata Kunci: pengembangan keprofesian berkelanjutan, guru, profesionalisme

 

Kebijakan pemerintah dalam menetapkan jabatan guru sebagai sebuah profesi merupakan langkah transformatif untuk meningkatkan mutu guru secara sistemik dan berkelanjutan. Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) merupakan salah satu program pemerintah yang ditujukan sebagai sarana untuk meningkatkan profesionalitas guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, secara bertahap, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan PKB oleh guru akuntansi apakah sudah sesuai dengan peraturan yang ditetapkan dan permasalahan yang dihadapi saat pelaksanaan PKB.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian studi multi situs yang melibatkan beberapa situs dan subyek penelitian sebagai kasus. Penelitian ini dilakukan di SMKN 1 Pujon dan SMK Kepanjen dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 5 guru sebagai narasumber yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan serta menggunakan analisis lintas situs untuk memperoleh kesamaan data dari dua situs.

Hasil penelitian menunjukan bahwa ada dua unsur PKB yang telah dilaksanakan oleh guru yaitu pengembangan diri dan publikasi ilmiah. Pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelatihan, seminar, workshop, maupun diklat yang diadakan oleh lembaga tertentu seperti MGMP atau yang diadakan oleh universitas tertentu. Sedangkan untuk unsur publikasi ilmiah hanya dilakukan oleh beberapa guru sebagai syarat kenaikan pangkat. Kegiatan-kegiatan yang diikuti tersebut telah sesuai dengan bidang keahlian masing-masing guru, meskipun dalam pelaksanaaannya kurang maksimal. Hal ini dikarenakan permasalahan yang dihadapi guru yaitu terbatasnya waktu yang dimiliki guru karena guru sudah dibebani jam mengajar selama 24 jam dalam satu minggu, tidak tersedianya anggaran dari sekolah untuk kegiatan PKB, dan adanya kendala pada jarak tempat diadakannya kegiatan PKB bagi beberapa sekolah. Diharapkan untuk kedepannya guru memiliki manajemen waktu yang baik sehingga guru mampu melakukan kegiatan PKB tanpa meninggalkan kewajiban untuk mengajar. Adanya dukungan dari sekolah berupa anggaran khusus untuk kegiatan PKB akan menjamin terlaksananya PKB oleh guru. Lembaga juga perlu mengadakan koordinasi untuk menentukan beberapa tempat untuk kegiatan PKB yang mudah dijangkau terutama untuk sekolah-sekolah yang berada jauh dari kota, sehingga jarak tidak lagi menjadi hambatan bagi guru untuk mengikuti pengembangan profesi.