SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH KUALITAS ASET TERHADAP MANAJEMEN LABA DENGAN KOMITE AUDIT SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi pada Bank Konvensional yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2016)

Anindya Ditha Nuzula

Abstrak


ABSTRAK

 

Nuzula, Anindya Ditha. 2017. Pengaruh Kualitas Aset Terhadap Manajemen Laba dengan Komite Audit sebagai Variabel Moderasi. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Prof. Dr. Bambang Sugeng, S.E., M.A., M.M., Ak.

 

Kata Kunci: Kualitas Aset, Manajemen Laba, dan Komite Audit.

 

Laba pada laporan keuangan merupakan faktor yang dipertimbangkan stakeholder untuk pengambilan keputusan. Menurut teori keagenan, sering terjadi konflik kepentingan antara principals dan agents. Principals menginginkan laba yang tinggi sedangkan agents menginginkan kompensasi yang tinggi. Hal itu menyebabkan agents melakukan manajemen laba agar kinerjanya terlihat baik. Kualitas aset merupakan salah satu faktor penentu laba pada perbankan. Sehingga diperlukan pihak yang mampu mewakili principals untuk mengawasi pihak manajemen dalam membuat laporan keuangan yaitu komite audit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas aset terhadap manajemen laba dan pengaruh komite audit terhadap hubungan kualitas aset dengan manajemen laba.

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis eksplanasi asosiatif kausal. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini merupakan perusahaan perbankan konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2012-2016. Pemilihan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 135 sampel. Jenis data yang digunakan yaitu data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah Moderated Regression Analysis (MRA).

Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas aset berpengaruh negatif signifikan terhadap manajemen laba dan komite audit tidak dapat memoderasi pengaruh kualitas aset terhadap manajemen laba. Hasil tersebut menunjukan bahwa semakin meningkat kualitas aset maka manajemen laba akan mengalami penurunan. Namun berapapun jumlah komite audit yang dimiliki perusahaan, tidak mampu memperkuat maupun memperlemah pengaruh kualitas aset terhadap manajemen laba.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut sebaiknya investor dalam pengambilan keputusan lebih memilih perusahaan perbankan yang memiliki kualitas aset yang tinggi dan tidak menjadikan jumlah komite audit yang dimiliki perusahaan sebagai bahan pertimbangan investasi. Keterbatasan pada penelitian ini yaitu mengukur variabel komite audit menggunakan jumlah anggota. Peneliti selanjutnya sebaiknya mengukur variabel komite audit berdasarkan latar belakang pendidikan dan pengalaman dalam bidang akuntansi keuangan.