SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Kasus Praktik Pengelolaan Zakat, Infaq Dan Shodaqoh (ZIS) Pada Badan Amil Zakat Kabupaten Nganjuk

Jiza Amalya

Abstrak


ABSTRAK

 

Amalya, Jiza. 2017. Studi Kasus Praktik Pengelolaan Zakat, Infaq Dan Shodaqoh (ZIS) Pada Badan Amil Zakat Kabupaten Nganjuk. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Helianti Utami, S.E., M.Si., Ak, Ph.D

 

.Kata kunci: Pengelolaan Zakat, Badan Amil Zakat, Tekanan Coercive.

 

Zakat merupakan harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim atau  badan usaha untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat islam. Potensi zakat yang ada di Indonesia yaitu sekitar ratusan triliun rupiah, namun hanya bisa dihimpun 1,3%.  Dalam menghimpun dana zakat yang cukup besar, pemerintah mengeluarkan peraturan mengenai pengelolaan zakat yaitu Undang-undang no 23 tahun 2011 serta membentuk badan amil zakat untuk mempermudah pengelolaan zakat. Selama beberapa tahun berlakunya Undangundang

 

Tersebut, masih banyak pemberitaan negatif mengenai pengelolaan zakat yang dilakukan oleh badan amil zakat milik pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik pengelolaan zakat, infaq dan shodaqoh pada badan amil zakat milik pemerintah merespon adanya tekanan Coercive yaitu Undang-undang no 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat.   Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan mengambil objek penelitian pada Badan Amil Zakat Kabupaten Nganjuk. Sumber data berasal dari data wawancara, dokumentasi dan observasi. Informan yang terpilih adalah para staff/karyawan yang menangani pengelolaan ZIS. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah instrumen manusia yaitu peneliti. Untuk pengabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Tahap penelitian meliputi: mendefinisikan dan merancang penelitian, menyiapkan dan mengumpulkan data, menganalisis dan menyimpulkan.  Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil penelitian: 1) BAZ Kabupaten Nganjuk membentuk unit pengumpul zakat untuk membantu pengumpulan ZIS. BAZ memberikan kewenangan kepada muzakki untuk menghitung besarnya zakat yang akan dibayarkan dan memberikan bukti pembayaran. Dengan demikian BAZ merespon adanya tekanan Coercive. 2) BAZ Kabupaten Nganjuk dalam mendistribusikan zakat sudah sesuai dengan syariat islam. Namun dalam pemerataan pendistribusian belum bisa mencakup keseluruhan dikarenakan kurangnya staff. Hal tersebut menunjukkan bahwa BAZ Kabupaten Nganjuk belum merespon tekanan Coercive. 3) Pendayagunaan ZIS tidak menggunakan dana zakat melainkan dana infaq dan shodaqoh dikarenakan dana zakat didistribusikan kepada mustahik belum bisa untuk usaha produktif, maka BAZ Kabupaten Nganjuk belum merespon adanya tekanan Coercive. 4) Laporan keuangan BAZ Kabupaten Nganjuk diserahkan kepada pemerintah daerah dan dipublikasikan secara online untuk seluruh badan amil zakat di Indonesia. Dalam hal ini, BAZ Kabupaten Nganjuk merespon adanya tekanan Coercive.