SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Merekonstruksi Teori Motivasi Abraham Maslow Menggunakan Perspektif Habermas (Studi kritis pada KAP di Malang)

Wahyu Widayat

Abstrak


ABSTRAK

 

Widayat, Wahyu. 2017. Merekonstruksi Teori Motivasi Abraham Maslow Menggunakan Perspektif Habermas (Studi Kritis pada KAP di Malang). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: Dr. Satia Nur Maharani, S.E., M.SA, Ak.

 

Kata Kunci: Motivasi, Teori Motivasi Abraham Maslow, Auditor, Komunikasi, Kepemimpinan, Faktor Motivasi Baru, Rekonstruksi Teori.

 

Ilmu pengetahuan tidak bebas dari nilai karena ilmu pengetahuan dapat dipengaruhi oleh nilai-nilai (ideologi, agama, dan budaya) dimana ilmu pengertahuan itu lahir. Termasuk dalam teori motivasi Abraham Maslow terlalu banyak unsur nilai-nilai barat sehingga apabila diterapkan di timur pasti terdapat perbedaan pendapat mengenai teori tersebut. Kultur masyarakat timur dan barat yang berbeda menjadi penyebab ketidakcocokan di antara keduanya. Masyarakat timur yang lebih sosial berbanding terbalik dengan masyarakat barat yang lebih individualistik. Oleh karena itu, peneliti terdorong untuk mencari solusi atas permasalahan  tersebut dengan upaya merekonstruksi teori motivasi Abraham Maslow agar teori tersebut dapat diterima semua masyarakat.

Untuk menunjang keberhasilan penelitian, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif yang diformulasikan dengan intisari pemikiran Jurgen Habermas sehingga penelitian ini mengutamakan penggunaan komunikasi sebagai jalur pencerahan dari pemecahan permasalahan tersebut. Dalam penelitian ini juga menggunakan pendekatan studi kritis dan dilakukan di kantor akuntan publik (KAP) yang ada di Malang, sehingga informan dalam penelitian ini adalah auditor junior maupun auditor senior.

Hasil penelitian menunjukkan teori motivasi Abraham Maslow masih belum sempurna dan memiliki sedikit noda didalamnya. sehingga upaya dalam merekonstruksi teori tersebut berusaha menjawab dan memperbaiki sedikit noda dalam teori motivasi Abraham Maslow. Perubahan dalam tatanan hierarki yang dicetuskan oleh Maslow menjadi tatanan yang lebih fleksibel. Kebutuhan setiap manusia tidak sama dan tidak selalu dimulai dari kebutuhan fisiologis. Dengan memaksakan urutan yang hierarki, tidak akan tepat untuk diterapkan semua jenis masyarakat. selain itu, ditambahakan kebutuhan agama guna memperbaiki sedikit noda dalam teori motivasi Maslow. Kebutuhan agama juga dapat melandasi sekaligus mengontrol kelima kebutuhan yang dicetuskan Maslow.