SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Konsep Pendistribusian Laba Akuntansi Menggunakan Perspektif Pancasila

Haris Pradana Pradana

Abstrak


ABSTRAK

 

Pradana, Haris. 2017. Konsep Pendistribusian Laba Akuntansi menggunakan Perspektif Pancasila. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: Dr. Satia Nur Maharani, S.E., M.SA., Ak.

 

Kata Kunci: Konsep Pendistribusian Laba Akuntansi. Pancasila. Stakeholder. Kesejahteraan dan Keadilan

 

                      Penelitian ini adalah upaya penulis untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila pada praktik pendistribusian laba akuntansi dengan menggunakan perspektif Pancasila, dan diharapkan memberikan perspektif yang berbeda dalam mendistribusikan laba akuntansi di Indonesia agar lebih bernuansa ke-Indonesia-an. Untuk menunjang keberhasilan, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan posmodernisme-kritis dimana dekonstruksi digunakan sebagai alat analisis.

                      Hasil penelitian ini menjelaskan pengaktualisasian nilai-nilai Pancasila kedalam konsep pendistribusian laba akuntansi. Yang Pertama, dalam pendistribusian laba akuntansi pada sila pertama dilakukan dengan cara tidak memarginalkan peran Tuhan disetiap kelangsungan hidup usahanya. Baik dalam keadaan apapun, serta mengamalkan apa yang diperintahkan oleh agama dengan cara membantu sesama. Sila Kedua, dilakukan dengan cara saling menghormati, menghargai serta membina hubungan baik kepada setiap pemangku kepentingan yang merupakan inti dari praktik pendistribusian laba akuntansi pada sila kedua. Sila Ketiga, makna persatuan ini dapat diimplementasikan pada pendistribusian laba akuntansi dengan cara tidak berupaya untuk melalukan diskriminasi dilingkungan usaha baik secara apapun yang dapat menciderai nilai-nilai Pancasila. SilaKeempat, menekankan bawasanya pendistribusian laba harus mengedepankan kesejahteraan bersama dalam hal ini pemilik usaha dan para stakeholdernya, selain itu pemilik usaha haruslah memiliki sikap bijak dalam berperilaku, cakap dalam bertindak serta memiliki jiwa demokratis dalam menjalankan usahanya. SilaKelima, yaitu dijalankannya sebuah kewajiban yang mencerminkan warga negara yang baik, seperti ikut berpartisipasi dalam pembangunan, baik ditingkat lingkungan masyarakat maupun negara melalui kegiatan membayar pajak, kegiatan yang diadakan dilingkungan, perbaikan sarana prasarana hingga berupaya untuk membantu program pemerintah dalam mengurangi pengangguran dan kemiskinan.