SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DISCLOSURE TERHADAP EARNING RESPONSE COEFFICIENT PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA

MUHAMMAD FAKHRUL HIDAYAT

Abstrak


ABSTRAK

Hidayat, Muhammad Fakhrul. Pengaruh Corporate Social Responsibility Disclosure terhadap Earning Response Coefficient pada Perusahaan Manufaktur yang Listing pada Bursa Efek Indonesia. Skripsi, Jurusan Akuntansi FE Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sri Pujiningsih, S.E M.Si., Ak., Pembimbing: (II) Dra. Hj. Sutatmi, S.E., M.Pd., M.Si., Ak.

Kata kunci: pengungkapan sosial perusahaan (CSR), earning response coefficient (ERC)

Investor membutuhkan informasi-informasi perusahaan untuk melakukan pertimbangan investasi. Informasi-informasi tersebut baik berupa keuangan atau informasi non keuangan perusahaan seperti informasi sosial yang telah dilakukan perusahaan. Dengan adanya informasi tersebut diharapkan mampu merespon informasi tersebut sebagai bahan pertimbangan investasi sehingga dapat memberikan return saham yang diharapkan investor.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Corporate Social Responsibility Disclosure (CSR) terhadap Earning Response Coefficient (ERC). Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis regresi berganda dengan variabel moderating dengan uji interaksi. Sampel yang digunakan sebanyak 42 perusahaan selama tahun 2005-2007 yang listing di BEI. 

Berdasarkan hasil penelitian dengan analisi regresi berganda dengan menggunakan metode moderating dengan uji interaksi dengan melihat koefisien  yang merupakan koefisien moderating tidak ditemukan bahwa CSR disclosure  berpengaruh negatif terhadap ERC. Dengan hasil tersebut, pengungkapan CSR tidak dapat melemahkan koefisien regresi antara earnings dan return (ERC) karena  investor belum memperhatikan inforrmasi-informasi sosial yang diungkapkan perusahaan dalam laporan tahunan sebagai informasi yang dapat mempengaruhi dalam melakukan keputusan investasi. Informasi sosial yang diungkapkan perusahaan tidak mampu memberikan informasi dan belum dianggap lebih bermanfaat daripada informasi laba untuk menilai perusahaan sehingga tidak dapat dianggap mampu  memberikan informasi untuk mendapatkan return saham yang diharapkan oleh  investor.

Berdasar hasil penelitian, dapat disarankan sebagai berikut: (1) para investor yang akan melakukan investasi, hendaknya mempertimbangkan informasi-inforamsi sosial yang diungkapkan pihak manjemen, (2) perusahaan manufaktur sebaiknya tetap secara konsisten melakukan aktivitas sosial dan lingkungan serta melakukan pengungkapan sebagai nilai tambah perusahaan, (3) untuk peneliti selanjutnya yang ingin meneliti penelitian sejenis diharapkan menggunakan jenis perusahaan yang lain selain manufaktur dan memperbanyak jumlah sampel serta mengembangkan permasalahan.