SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI SISWA KELAS X AK 2 SMK MUHAMMADIYAH 5 KEPANJEN PADA MATA DIKLAT SIKLUS AKUNTANSI MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE Two Stay Two Stray (TSTS)

Vikiana Mashuri

Abstrak


ABSTRAK
Mashuri, Vikiana, 2010. Upaya Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis dan
Kemampuan Komunikasi Siswa Kelas X AK 2 SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen
pada Mata Diklat Siklus Akuntansi Melalui Penerapan Pembelajaran Kooperatif
Metode Two Stay Two Stray (TSTS). Skripsi Program Studi Pendidikan Akuntansi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing
(1) Sawitri Dwi Prastiti SE , M.Si Ak (2) Ika Putri Larasati SE., M.Com
Kata kunci : metode pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS), kemampuan berpikir
kritis siswa, kemampuan komunikasi siswa
Berdasarkan observasi awal dan wawancara dengan guru mata diklat, dapat
disimpulkan bahwa masalah yang teridentifikasi antara lain siswa kurang aktif
menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru, siswa tidak berani bertanya atau
kurang bisa mengungkapkan pendapat, serta rendahnya ketekunan sebagian siswa
dalam menyelesaikan tugas, serta kurangnya partisipasi siswa dalam diskusi.
Masalah-masalah yang terjadi di kelas X Ak 2 tersebut menunjukkan ciri-ciri
rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka
diperlukan suatu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan kemamuan berpikir
kritis dan kemampuan komunikasi siswa. Metode pembelajaran yang dapat
diterapkan adalah salah satu pembelajaran kooperatif metode TSTS.
Berdasarkan tindakan pada siklus I dan siklus II diperoleh hasil bahwa jumlah
siswa yang dapat memenuhi indikator keberhasilan tindakan kemampuan berpikir
kritis tingkat pengetahuan meningkat dari 16 siswa menjadi 22 siswa, tingkat
pemahaman meningkat dari 12 siswa menjadi 23 siswa, tingkat penerapan dari 17
siswa menjadi 30 siswa. Sedangkan pada kemampuan komunikasi yang diperoleh
pada siklus I dan siklus II, jumlah siswa yang dapat memenuhi indikator keberhasilan
tindakan kemampuan menyampaikan pikiran dan perasaan dari 16 siswa menjadi 24
siswa, kemampuan memahami orang lain dari 17 siswa menjadi 21 siswa,
kemampuan memberi dukungan pada orang lain dari 9 siswa menjadi 22 siswa, dan
kemampuan mengungkapkan diri dari 18 siswa menjadi 22 siswa.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan
metode TSTS pada siswa kelas X AK 2 SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen dapat
meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa yaitu pada tahap diskusi kelompok
asal dan diskusi kelompok tamu, karena separuh jumlah siswa dari sejumlah 41 siswa
kelas X AK 2 dapat memenuhi indikator keberhasilan tindakan kemampuan berpikir
kritis, peningkatan ini terjadi dari siklus I ke II. Selain itu penerapan metode TSTS
ini juga dapat meningkatkan kemampuan komunikasi siswa yaitu pada tahap diskusi
kelompok asal, diskusi kelompok tamu, dan tahap presentasi kelompok, karena
separuh siswa dari sejumlah 41 siswa kelas X AK 2 dapat memenuhi indikator
keberhasilan tindakan kemampuan komunikasi, peningkatan ini terjadi dari siklus I ke
II. Sedangkan hal yang disarankan adalah bahwa dalam menerapkan metode TSTS
guru harus lebih merata dan teliti dalam mengelola kelas supaya setiap siswa dalam
kelompok dapat lebih aktif dalam melaksanakan proses pembelajaran. Siswa
hendaknya bisa lebih aktif lagi dalam kegiatan pembelajaran, serta peneliti harus
dapat membagi waktu yang tepat dan mengeloa kelas dengan baik agar tahapan dalam
penelitian dapat terlaksana dengan baik dan selesai tepat waktu.