SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Perbedaan Abnormal Return dan Trading Volume Activity (TVA) Sebelum dan Sesudah Penurunan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Tahun 2016(Event Study pada Perusahaan Otomotif dan Komponen yang Terdaftar di Bursa Eefek Indonesia)

Ilham Rendy Yuga Pratama

Abstrak


ABSTRAK

 

Pratama, Ilham Rendy Yuga. 2016. Analisis Perbedaan Abnormal Return dan Trading Volume Activity (TVA) Sebelum dan Sesudah Penurunan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Tahun 2016 (Event Study pada Perusahaan Otomotif dan Komponen yang Terdaftar di Bursa Eefek Indonesia). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Eka Ananta Sidharta, S.E., M.M., C.A, (II) Dr. Sri Pujinigsih, S.E., M.Si., Ak.

 

Kata Kunci: Penurunan Harga BBM, Signalling Theory, Studi Peristiwa, Abnormal Return, Trading Volume Activity.

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perubahan yang terjadi sebelum dan sesudah penurunan harga BBM terhadap abnormal return dan TVA pada 5 Januari 2016. Kehawatiran pemerintah terhadap kebijakan perubahan harga BBM yang mampu merubah harga pasar dan menyebabkan terjadinya inflasi menjadi dasar dilaksanakannya penelitian ini. Perubahan harga BBM terjadi karena perubahan harga minyak dunia. Selain itu pemerintah memiliki maksud lain, yaitu menjadikan penurunan harga BBM sebagai stimulus bagi perekonomian di Indonesia agar lebih bergairah.

Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah signaling theory. Teori ini menyatakan bahwa sebuah peristiwa akan memberi sinyal terhadap pasar modal sehingga terjadi perubahan pada pasar. Untuk membuktikan kebenaran signaling theory, penelitian ini menggunakan metode event study dengan indikator abnormal return dan TVA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksplanatif atau explanatory research. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan otomotif dan komponen yang terdaftar di BEI. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak delapan perusahaan. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis t-test.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan harga BBM tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada abnormal return dan TVA. Hal ini menunjukkan bahwa penurunan harga BBM tidak dianggap sebagai salah satu sinyal yang berpengaruh di pasar modal. Saran yang dapat diberikan untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan penelitian pada saham LQ45 untuk mendapatkan gambaran umum reaksi pasar modal terhadap sebuah peristiwa yang dianggap sebagai sebuah sinyal. Penelitian selanjutnya dapat memilih peristiwa yang tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga yang di luar Indonesia karena sebagian besar peristiwa di luar Indonesia juga mampu berpengaruh pada pasar modal di Indonesia.