SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Menggunakan Model Problem Creating dengan Langkah Pemecahan Masalah Polya untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VIII Materi Persamaan Kuadrat

MULIANA SARI

Abstrak


Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan perangkat pembelajaran berupa RPP dan LKS yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan menggunakan model problem creating. Pengambilan model problem creating dengan langkah pemecahan masalah Polya menurut beberapa teori dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.

            Penelitian pengembangan ini dilatar-belakangi dengan pentingnya berpikir kritis yang dimiliki siswa untuk bekal dimasa depan. Kenyataannya kemampuan berpikir kritis yang dimiliki siswa masih tergolong rendah. Selain itu, perangkat pembelajaran yang disusun oleh guru belum memfasilitasi siswa untuk berpikir kritis. Upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa adalah memperbaiki kegiatan pembelajaran dan menghasilkan perangkat pembelajaran yang berkualitas. 

            Penelitian ini menggunakan model pengembangan Plomp yang terdiri dari tiga tahapan yaitu penelitian awal, pembuatan prototipe dan fase penilaian. Instrumen pada penelitian ini diantaranya: (1) lembar validasi; (2) lembar observasi aktivitas siswa; (3) lembar observasi aktivitas guru; (4) angket respon siswa; dan (5) tes kemampuan berpikir kritis siswa. Kevalidan produk dinilai dari hasil validasi, sedangkan kepraktisan dan keefektifan dinilai dari hasil uji coba di lapangan. Uji coba perangkat pembelajaran ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Gambut.

            Hasil uji kevalidan dari tiga validator menunjukkan bahwa keseluruhan perangkat dan instrumen memenuhi kriteria valid. Berdasarkan uji coba pada 27 siswa kelas VIII F SMPN 1 Gambut diperoleh hasil bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria praktis dan efektif. Skor kevalidan yang diperoleh sebesar 3,54 yang berarti valid. Skor kepraktisan RPP sebesar 3,31 dan kepraktisan LKS sebesar 3,29 yang berarti praktis. Sedangkan, keaktifan siswa sebesar 3,20 yang berarti aktif dan keefektikannya dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis sebesar 74%.