SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Pengungkapan Social (Social Disclosure) terhadap Return Saham pada Perusahaan High Profile yang Listing di BEI

Khairul Amri

Abstrak


Amri, Khairul. 2009. Pengaruh Pengungkapan Sosial (Social Disclosure) terhadap Return Saham pada Perusahaan High Profile yang Listing di BEI Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Bambang Sugeng, M.A, M.M, (2) Makaryanawati, SE, M.Si, Ak
 
Kata Kunci: Pengungkapan Sosial, Lingkungan, Energi, Tenaga kerja, Produk, Keterlibatan Masyarakat Umum dan Return Saham
 
  Persaingan dalam dunia bisnis semakin sengit. Investor di berbagai negara lebih cenderung mengarahkan pandangan pada perusahaan yang memiliki nilai lebih. Salah satunya adalah dengan melihat apakah perusahaan tersebut sudah melakukan
pengungkapan sosialnya atau mengabaikan kesejahteraan masyarakat dan lingkungannya.Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengungkapan sosial yang diungkapkan perusahaan dalam annual report perusahaan
terhadap return saham yang berasal dari capital gain sebagai representasi respon dari investor.
  Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang melakuan pengungkapan sosial dan yang termasuk dalam kategori high profile selama periode tahun 2007. Pengungkapan sosial yang diteliti adalah lingkungan, energi, tenaga kerja, produk dan keterlibatan masyarakat umum (sebagai variabel X). Sedangkan return saham dilihat melalui closing price perdagangan saham (sebagai variabel Y). Metode pengambilan sampel dalam
penelitian ini adalah purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan checklist item.
  Hasil penelitian ini menyatakan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan pengungkapan sosial terhadap return saham. Hal ini dapat dikarenakan beberapa alasan yaitu; pengungkapan sosial yang dilakukan perusahaan tidak sesuai dengan motivasi yang sebenarnya karena perusahaan melakukan pengungkapan sosial hanya semata-mata untuk promosi, public relation, demi membangun image, menunjukkan perusahaan taat terhadap hukum bukan semata-mata untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan lingkungan; pengungkapan sosial perusahaan juga tidak secara konsisten dilaporkan, trend pelaporan pengungkapan sosial hanya 3 sampai 5 tahun, bukan dalam jangka panjang dan terus menerus. Mengingat stakehokders
sangat kritis dalam membaca perusahaan, isu pengungkapan sosial seperti ini tidak dipercaya oleh investor.
  Berdasarkan penelitian ini, peneliti selanjutnya diharapkan dapat menguji hipotesis penelitian dengan menggunakan rentang waktu pengambilan data closing price yang diperpendek atau diperpanjang (misal 3 atau 10 hari setelah pengumuman), menggunakan teori yang berbeda untuk perumusan hipotesis,
menambah jumlah sampel dan menggunakan metode yang berbeda (mengingat terdapat keterbatasan pada metode checklist item).