SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Keterampilan Berbicara Siswa Melalui Metode Wawancara di Kelas V SD Negeri Mangliawan II Kecamatan Pakis Kabupaten Malang

serman

Abstrak


ABSTRAK

 

Serman.2017. Peningkatan Keterampilan Berbicara Siswa Melalui Metode Wawancara di Kelas V SD Negeri Mangliawan II Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ruminiati, M.Si.  Pembimbing (2) Drs. Rumidjan, M.Pd.

 

Kata Kunci:Keterampilan Berbicara, Metode Wawancara, (Bahasa Indonesia).

Mata pelajaran bahasa Indonesia adalah program untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan berbahasa dan sikap positif terhadap bahasa Indonesia, sehingga bahasa Indonesia menduduki peranan yang penting dalam berkomunikasi. Berbicara merupakan bagian dari proses komunikasi, berbicara secara umum dapat diartikan sebagai suatu penyampaian maksud, (ide, isi hati) seseorang kepada orang lain dengan menggunakan bahasa lisan, sehingga maksud tersebut dapat dipahami oleh orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara melalui metode wawancara pada siswa kelas V SD Negeri Mangliawan II Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.

Penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sedangkan jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas kolaborasi yang dilakukan sebanyak dua siklus. Desain penelitian menggunakan model Kemmis Mc. Teggart dengan subjek penelitian siswa kelas V yang berjumlah 34 siswa. Langkah-langkah peneliti berupa, (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Data yang diperoleh berupa tes, lembar observasi, dan dokumentasi. Analisis data diawali dengan mengumpulkan data, menyajikan dan mendeskripsikan data kemudian menarik kesimpulan.

Hasil penelitian yang telah dilaksanakan dengan penerapan peningkatan keterampilan berbicara siswa melalui metode wawancara ternyata dapat meningkat pada siswa kelas V. Pada tahap pratindakan rata-rata nilai kelas 65 dengan persentase ketuntasan 42%. Siklus I pertemuan pertama mengalami peningkatan rata-rata menjadi 71 dengan persentase ketuntasan 58%., siklus I pertemuan kedua mengalami peningkatan rata-rata menjadi 76 dengan persentase ketuntasan 79%. Siklus II diperoleh rata-rata hasil belajar Bahasa Indonesia siswa sebesar 80 dengan persentase keberhasilan tindakan sebesar 86.5%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia  peningkatan keterampilan berbicara setelah diterapkan pembelajaran metode wawancara.