SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Hasil Belajar Siswa Materi Penjumlahan Dan Pengurangan Bilangan Pecahan Melalui Model Problem Based Learning Di Kelas V SDN Rembang 2 Kota Blitar

Deana Putri Oktafia

Abstrak


ABSTRAK

Oktafia, Deana Putri. 2017. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Materi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Melalui Model Problem Based Learning di Kelas V SDN Rembang 2 Kota Blitar. Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah dan Prasekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. M. Zainuddin M.Pd., (II)Yuniawatika, S.Pd, M.Pd

 

Kata Kunci : hasil belajar, matematika, metode problem based learning

Hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneiti di kelas V SDN Rembang 2 Kota Blitar menunjukkan masalah antara lain, (1) siswa kurang memahami materi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan, (2) pembelajaran masih berpusat pada guru, dan (3) kurangnya minat siswa pada pembelajaran matematika, dan (4) rendahnya hasil belajar siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan  bilangan pecahan yakni hanya 40% siswa yang tuntas dan mendapat nilai di atas KKM yaitu 70. Penelitian ini bertujuan untuk menerapan model Problem Based Learning dan meningkatan hasil belajar siswa materi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitain tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 siklus dengan masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dan catatan lapangan. Kemudian data yang terkumpul dianalisis dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan evaluasi.

Hasil penelitian dengan menerapkan metode Problem Based Learning pada mata pelajaran matematika materi penjumlahan dan pengurangan dapat berjalan dengan baik dan mengalami peningkatan. Pada siklus I persentase ketuntasan klasikal aktivitas guru siklus 1 sebesar 91,30% meningkat pada siklus II menjadi 95,91% dengan kritera sangat baik. Peningkatan juga terlihat pada jumlah persentase aktivitas siswa, pada siklus I sebesar 89,27% dengan kriteria baik kemudian siklus II mendapat 93,21% dengan kriteria sangat baik. Sedangkan hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan, tetapi pada tahap pra tindakan ke siklus I mengalami penurunaan persentase ketuntasan klasikal. Rata-rata hasil belajar yang diperoleh pada saat pratindakan  yaitu 52,75 dan persentase ketuntasan klasikal sebesar 40% menjadi 60,01 dan persentase ketuntasan klasikal sebesar 32,5%. Nilai rata-rata dan persentase klasikal meningkat pada siklus II menjadi 88,74 dan persentase ketuntasan klasikal 82,5% dengan kriteria baik.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning pada mata pelajaran matematika materi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan telah dilaksanakan dengan baik oleh guru maupun siswa dan dapat meningkatakan hasil belajar siswa kelas V SDN Rembang 2 Kota Blitar. Oleh karena itu disarankan bagi guru untuk menerapkan model Problem Based Learning pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahana agar hasil belajar siswa dapat meningkat.