SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP MANAJEMEN LABA (STUDI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE TAHUN 2005-2008)

AMALIA RUDI NASTITI

Abstrak


ABSTRAK

Nastiti, Amalia Rudi. 2010. Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap

Manajemen Laba (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Listing di Bursa Efek Indonesia Periode 2005-2008). Skripsi. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang.

Pembimbing: (I) Sri Pujiningsih, S.E, M.Si, Ak, (2) Yuli Widi Astuti, S.E, M.Si, Ak.

 

Kata Kunci: Agency theory, Corporate Social Responsibility, Manajemen Laba

 

 

            Adanya perbedaan kepentingan antara pihak principal dan agent memunculkan konflik keagenan yang mengarah pada praktek manajemen laba sehingga manajemen akan lebih mementingkan kepentingannya sendiri. Hal tersebut sangat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan terutama dalam memberikan kebijakan-kebijakan perusahaan terhadap pihak internal dan eksternal perusahaan. Penerapan corporate social responsibility diduga mampu mengendalikan praktek manajemen laba ini.

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh penerapan corporate social responsibility terhadap praktek manajemen laba. Penerapan corporate social responsibility diukur dengan menggunakan skor hasil survei yang dicapai perusahaan dalam Corporate Social Responsibility Index (CSRI). Sedangkan untuk manajemen laba diukur dengan mencari nilai discretionary accrual.

            Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2005-2008. Dari populasi tersebut, kemudian digunakan metode purposive sampling untuk menentukan sample penelitian. Dalam penelitian ini terdapat 45 perusahaan sampel yang listing di Bursa Efek Indonesia selama periode 2005-2008.

            Penelitian ini menggunakan pengujian hipotesis yang diuji dengan analisis regresi linear sederhana dan tingkat signifikan yang digunakan adalah 5%. Pengujian hipotesis menggunakan uji t menunjukkan bahwa signifikansi penerapan corporate social responsibility lebih besar dari 0.05, sehingga H0 diterima dan menolak hipotesis yang diajukan. Penerapan corporate social responsibility di Indonesia nyatanya tidak menjamin berkurangnya praktek manajemen laba. Karena dari berbedanya cara pandang dan budaya masyarakat sangant mempengaruhi penerapan corporate social responsibility di Indonesia dengan negara maju. Supremasi hukum di Indonesia juga masih belum sempurna sehingga memberikan celah untuk adanya pelanggaran.

            Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa terdapat pengaruh negative dan tidak signifikan antara corporate social responsibility dan manajemen laba. Saran untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk tidak hanya menggunakan indikator coporate social responsibility saja dalam menguji pengaruh adanya manajemen laba. Kemudian perlu ditekankan juga untuk lebih berhati-hati dalam mengambil sampel untuk penelitian.