SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) DALAM PEMBELAJARAN AKUNTANSI DI SMK PGRI PANDAAN

NUR HAYATI

Abstrak


ABSTRAK
 
Hayati, Nur. 2009. Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
Dalam Pembelajaran Akuntansi di SMK PGRI Pandaan. Skripsi. Program
Studi Pendidikan Akuntansi  Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi
Universitas Negeri Malang.
Pembimbing : (I) Dr. Bambang Sugeng, S.E, M.M., M.A. Ak,
 (II) Makaryanawati, S.E.,M.Si.,Ak
 
Kata kunci: Penerapan, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP),
Pembelajaran Akuntansi
 
  SMK PGRI Pandaan adalah SMK dengan jurusan akuntansi tertua di
Pandaan, maka diharapkan dapat menjadi contoh atau teladan bagi sekolah lain
khususnya di Pandaan, terutama dalam segi pembelajaran untuk mencetak sumber
daya manusia yang berkualitas, tentunya dengan pembelajaran yang sesuai dengan
tuntutan kurikulum. Oleh karena itu, penerapan kurikulum penting dalam
mencapai tujuan tersebut. 
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Penerapan KTSP
dalam penyusunan perencanaan pembelajaran akuntansi di SMK PGRI Pandaan
yang terdiri dari silabus dan RPP. (2) Penerapan KTSP dalam pelaksanaan
pembelajaran akuntansi, yang meliputi bahan ajar, metode pembelajaran, media
pembelajaran, serta penilaian pembelajaran. (3) Faktor pendukung dan
penghambat penerapan KTSP. Dan (4) Upaya untuk mengatasi faktor penghambat
penerapan KTSP. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif Fenomenalogis.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ada tiga cara, yaitu observasi
partisipasi pasif, dokumentasi dan wawancara. Analisa data dalam penelitian ini
menggunakan tiga cara, yaitu reduksi data, display data, dan verifikasi data.
Berdasarkan hasil penelitiian diketahui bahwa pada perencanaan pembelajaran
guru akuntansi di SMK PGRI pandaan yang meliputi silabus dan RPP tidak
memiliki kesamaan. Hasil penelitian tentang pelaksanaan pembelajaran dilihat
dari segi bahan ajar, metode pembelajaran, media pembelajaran, maupun
penilaian yang digunakan kurang bervariasi. 
Adapun faktor-faktor pendukungnya antara lain: (a) adanya dana hibah
dari dinas, (b) manajemen sekolah, (c) keterbukaan kepala sekolah, (d) tenaga
pendidik  yang go on, (d) sarana dan prasarana sekolah, (e) kondisi siswa yang
heterogen. Sedangkan faktor-faktor penghambatnya antara lain: (a) untuk guru
produktif kurang mendapat pengetahuan mengenai perkembangan pendidikan, (b)
belum adanya MGMP di tingkat sekolah, (c) guru-guru sulit membuat modul
sendiri, (d) sarana dan prasarana sekolah, (e) kondisi siswa yang heterogen.
Adapun beberapa upaya untuk mengatasi faktor-faktor  penghambat penerapan
KTSP tersebut antara lain: (a) sering mengikutsertakan guru dalam kegiatan
pelatihan, (b) menyediakan sarana dan prasarana seoptimal mungkin, 
(c) mengadakan MGMP, walaupun sampai saat ini belum terlaksana, 
(d) bekerjasama dengan guru lain, dan membandingkannya dengan sekolah lain,
(e) mendapatkan pengetahuan perkembangan pendidikan di tempat lain, 
(f) memberikan tambahan tugas untuk siswa.