SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Media Pembelajaran Akuntansi Berbasis Audiovisual dengan Brainwave Audio Entertainment di SMK PGRI 2 Malang.

Farendi Abi Rafdi

Abstrak


ABSTRAK

 

Abi Rafdi, Farendi. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Akuntansi Berbasis Audiovisual dengan Brainwave Audio Entertainment di  SMK PGRI 2 Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Nujmatul Laily, S.Pd., M.SA., (II) Bety Nur Achadiyah, S.Pd., M.Sc.

 

Kata Kunci: Brainwave entertainment audio, stop-motion, media pembelajaran audiovisual, akuntansi

Media Pembelajaran adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan fisik maupun non-fisik. Media Audiovisual adalah media yang melibatkan indera pendengaran dan pengelihatan sekaligus dalam satu proses. Brainwave Audio Entertainment adalah sinkronisasi gelombang otak, adalah suatu praktek yang bertujuan untuk menyebabkan gelombang frekuensi jatuh ke dalam suatu kondisi dengan stimulus frekuensi yang sesuai untuk otak. Dari informasi yang diperoleh, baik dari pengamatan yang dilakukan peneliti maupun dari wawancara dengan guru akuntansi di SMK PGRI 2 Malang, ditemukan bahwa media pembelajaran masih menggunakan ceramah dan penugasan, serta suasana kelas cukup gaduh dan kurang kondusif.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan media pembelajaran audiovisual akuntansi dengan menggunakan paduan video stop-motion dan Brainwave Audio Entertainment pada mata pelajaran siklus akuntansi perusahaan dagang di SMK PGRI 2 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan media pembelajaran dengan subjek siswa kelas XI Akuntansi  SMK PGRI 2 Malang berjumlah 25 siswa. 

Pelaksanaan Penelitian dan Pengembangan terdiri dari delapan tahap, yaitu 1) analisis kebutuhan; 2) perencanaan; 3) pengembangan produk; 4) validasi ahli 5) revisi; 6) uji lapangan terbatas; 7) revisi II; 8) produk akhir. Dalam penelitian pengembangan media pembelajaran ini produk divalidasi kepada ahli media dan materi untuk selanjutnya disempurnakan dan diujicobakan di sekolah dan divalidasikan lewat media angket.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis audiovisual cukup layak untuk digunakan. Dari hasil observasi angket baik dari validator maupun subjek uji coba, diperoleh skor rata-rata total 86,77% atau dalam kategori baik sekali, dari validasi ahli materi sebesar 88,2%, validasi media sebesar 86,5% dan validasi subjek uji coba sebesar 85,6%. Dengan demikian, kriteria keberhasilan dari penelitian yaitu hasil angket validasi keseluruhan, dan media dikatakan layak untuk digunakan.