SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN AKUNTANSI BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI POKOK SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

dwi andita

Abstrak


ABSTRAK

 

Andita, Dwi. 2016. Pengembangan Modul Pembelajaran Akuntansi Berbasis Inkuiri Terbimbing pada Materi Pokok Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang di Sekolah Menengah Kejuruan. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sriyani Mentari, S.Pd, M.M, (II) Dr. Nurika Restuningdiah, S.E, Ak.,M.Si

 

Kata Kunci : Modul Akuntansi Berbasis Inkuiri Terbimbing

Ciri proses pembelajaran yang baik salah satunya adalah pembelajaran yang dapat membuat siswa aktif dan mengembangkan kreativitas siswa. Salah satu pembelajaran yang dapat mengembangkan cara belajar siswa aktif adalah inkuiri terbimbing. Inkuiri terbimbing merupakan pembelajaran yang menekankan pada kegiatan belajar yang lebih bersifat aktif karena ada sejumlah proses mental yang dilakukan siswa. Inkuiri terbimbing memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar sesuai dengan kecepatannya masing-masing karena siswa menemukan sendiri konsep, pengertian atau prinsip-prinsip umum. Hal tersebut sesuai dengan modul yang merupakan suatu paket yang disediakan untuk belajar mandiri sehingga inkuiri terbimbing sangat cocok untuk diintegrasikan di dalam modul.

Berdasarkan observasi di SMK Islam Batu, penggunaan sumber belajar pada pembelajaran akuntansi masih terbatas pada buku paket . Pembelajaran lebih didominasi oleh pemberian latihan-latihan soal sehingga dalam proses pembelajaran siswa tidak bisa membangun sikap aktif dan kreatif. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan mengembangkan bahan ajar yang dapat mendukung proses pembelajaran yaitu modul dengan muatan inkuiri terbimbing di dalamnya.

Modul dikembangkan dengan mengadaptasi model pembelajaran ADDIE (Analysis, Design,  Development, Implementation dan Evaluation) yang dikembangkan oleh Piaget, meliputi analisis kebutuhan, desain produk, pengembangan produk, implementasi atau pelaksanaan dan evaluasi. Uji kelayakan dilakukan melalui validasi ahli pengembangan bahan ajar, ahli materi, dan uji coba lapangan terbatas (siswa) sedangkan uji efektifitas dilakukan dengan menggunakan gainscore (selisih nilai posttest dan pretest) siswa. Hasil uji kelayakan menunjukkan modul yang dikembangkan cukup valid dengan rata-rata total penilaian 77,78%. Walaupun sudah dinyatakan valid, revisi tetap dilakukan pada beberapa bagian yang ditunjukkan oleh validator. Hasil uji efektifitas menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan efektif. Hal tersebut ditunjukkan dari nilai signifikansi uji Independent Sample T-Test sebesar 0,023.

Modul ini dapat digunakan oleh siswa untuk membantu menemukan konsep, pengertian atau pengetahuan baru mengenai siklus akuntansi perusahaan dagang. Bagi guru, modul ini berguna sebagai bahan ajar penunjang proses pembelajaran. Bagi peneliti lain, dapat dijadikan inspirasi atau rujukan dalam mengembangkan bahan ajar yang lebih baik lagi pada materi akuntansi lainnya.