SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA (STUDI KOMPARASI DI SMA UNGGULAN DAN SMA REGULER DI KOTA PROBOLINGGO)

DWI RETNO PALUPI

Abstrak


ABSTRAK

 

Retno. Dwi Palupi. 2009. Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa (Studi Komparasi Di SMA Unggulan dan SMA Reguler Di Kota Probolinggo). Program Studi Ekonomi Koperasi. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang.

Pembimbing (I) Dr. H. Sugeng Hadi Utomo, M.Ec  (II) Dr. Agung Haryono, S.E, M.P, Ak

 

Kata Kunci : Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar

 

            Keberhasilan siswa dalam belajar dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah motivasi belajar. Motivasi belajar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sebab siswa akan belajar dengan sungguh-sungguh apabila memiliki motivasi yang tinggi. Motivasi juga senantiasa dapat menentukan intensitas usaha belajar dan prestasi belajar bagi siswa. Dalam hal ini lingkungan juga memiliki pengaruh terhadap peningkatan motivasi siswa dalam belajar. Lingkungan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah sekolah. Sekolah disini dibedakan menjadi dua yaitu sekolah unggulan dan sekolah regular.

 Tujuan dari pembedaaan sekolah disini adalah peneliti ingin melihat bagaimana motivasi belajar di masing-masing sekolah dan apakah terdapat perbedaan diantara kedua sekolah tersebut. Motivasi yang ingin diteliti dalam penelitian ini juga dibedakan menjadi dua yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik.

Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 (SMA Unggulan) dan SMAN 4 (SMA Reguler) di kota Probolinggo. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanatori dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan regresi linier berganda. Populasi penelitian adalah siswa X SMAN 1 dan SMAN 4 dan sample yang digunakan sebanyak 73 responden dari masing-masing sekolah dimana setiap kelas diwakili oleh 12 dan 13 responden untuk SMAN 1 sedangkan di    SMAN 4 masing-masing kelas diwakili 14 dan 15 responden. Data diperoleh dengan menyebar angket dan dokumentasi dari guru wali kelas X.

Dari hasil analisis statistic deskriptif diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: (a) motivasi intrinsik di SMA Unggulan yang tergolong memiliki motivasi tinggi sebesar 21 siswa (28,77%) dan sisanya sebanyak 52 siswa (71,23%) memiliki motivasi intrinsik sedang. (b) motivasi ekstrinsik di SMA Unggulan sebanyak 58 siswa (79,45%) memiliki motivasi ekstrinsik yang tinggi, sedangkan sebanyak 15 siswa (20,55%) memiliki motivasi intrinsik sedang. (c) di SMA Reguler menunjukkan siswa yang memiliki motivasi intrinsik tinggi sebanyak 52 siswa (71,23%) dan sebanyak 21 siswa (28,77%) memiliki motivasi intrinsik yang sedang. (d) untuk motivasi ekstrinsik di SMA Reguler yang termasuk dalam klasifikasi tinggi sebanyak 58 siswa (79,45%) dan sebesar 20,55% (15 siswa) memiliki motivasi ekstrinsik yang sedang.

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa (a) motivasi belajar (motivasi intrinsik) memberikan pengaruh yang signifikan sebesar 0,045 terhadap prestasi siswa di SMA Unggulan kota Probolinggo. Dan secara simultan motivasi belajar memberikan pengaruh sebesar 53,7% terhadap prestasi siswa di SMA Unggulan, sedangkan sisanya sebesar 46,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar penelitian. (b) Motivasi belajar siswa (motivasi intrinsik) secara signifikan berpengaruh terhadap prestasi siswa di SMA Reguler sebesar 0,044. Sedangkan secara simultan motivasi belajar memberikan pengaruh sebesar 84,3% terhadap prestasi siswa di SMA Reguler di kota Probolinggo. Dan sisanya sebesar 15,7% dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar penelitian ini. (c) tidak terdapat perbedaan pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi siswa di SMA Unggulan dan di SMA Reguler. Motivasi belajar (motivasi intrinsik) sama-sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa.