SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif IMPROVE untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X AK SMK Negeri I Pasuruan pada Mata Pelajaran Akuntansi

Maulidya Prasadena

Abstrak


ABSTRAK

Prasadena, Maulidya. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif IMPROVE untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X AK SMK Negeri I Pasuruanpada Mata Pelajaran Akuntansi. Skripsi, Jurusan Akuntansi Program Studi Pendidikan Akuntansi, FE. Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. Hj. Endang Sri Andayani, S.E., M.Si., Ak., (II) Hj. YuliWidiAstuti, S.E., M.Si., C.A.

Kata kunci: pembelajaran kooperatif, model IMPROVE, hasil belajar siswa.

Rendahnya nilai yang diperoleh siswa disebabkan kesulitan dalam memahami materi mata pelajaran akuntansi.Kesulitan memahamit ersebu tmembuat siswa lebih banyak menghafal dalam cara belajarnya, sehingga berdampak pada saat pengerjaan soal. Rata-rata siswa kesulitan untuk mengembangkan jawaban sesuai pemahaman mereka.Penggunaan model pembelajaran IMPROVE diduga selain mampu menimbulkan keaktifan siswa, meningkatkan pemahaman yang berdampak positif pada hasil belajar siswa, dan sangat efektif jika diterapkan dalam pembelajaran akuntansi yang membutuhkan penalaran. Model pembelajaran tersebut dapat berjalan apabila didukung dengan potensi di kelas meliputi kompetensi yang ingin dicapai guru, fasilitas yang cukup memadai, dansiswa yang juga memiliki rasa ingin tahu dalam belajar.

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif IMPROVE dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas X AK 2 SMK Negeri I Pasuruan sebanyak 34 siswa.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif IMPROVE meningkatkan hasil belajar siswa. Siswa yang memperoleh nilai di atas KKM saat sebelum pelaksanaan  tindakan sebanyak 14 siswa, sedangkan pada tesevaluasisiklus I siswa yang memperolehnilai di atas KKM yaitu 22 siswa.Penerapan dilakukan kembali pada siklus selanjutnya dan menunjukkan hasil tesevaluasisiklus II siswa yang memperoleh nilai di atas KKM yaitu 28 siswa.Hal ini menunjukkan peningkatan dari siklus sebelumnya karena pelaksanaan tindakan dilakukan secara maksimal dengan perbaikan untuk menyesuaikan kondisi di lapangan.