SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Brand Equity Terhadap Proses Keputusan (Syudi Pada Siswa Kursus Mengemudi "NATUNA" Malang)

Andy Hakim Permadi

Abstrak


ABSTRAK

 

Permadi, Andy Hakim. 2009. Pengaruh Brand Equity terhadap Proses Pengambilan Keputusan (Studi Pada Siswa Kursus Mengemudi “NATUNA” Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) DR. Sopiah, M. Pd., M.M., (II) Hj. Ita Prihatining Wilujeng, S.E., M.M.

Kata kunci: brand equity, proses pengambilan keputusan.

 

Peranan brand equity suatu produk dapat dijadikan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan pembelian. Pengolahan brand equity suatu produk dapat dijadikan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi konsumen dalam proses pengambilan keputusan.

Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi brand equity kursus mengemudi “NATUNA” Malang, proses pengambilan keputusan pada siswa kursus mengemudi “NATUNA” Malang,  pengaruh brand equity (yang terdiri dari brand awareness, brand association, perceived quality, brand loyalty) terhadap proses pengambilan keputusan secara parsial dan secara simultan pada siswa kursus mengemudi “NATUNA” Malang.

Penelitian ini dilakukan di kursus mengemudi “NATUNA” Jalan Brigjen Slamet Riadi 2 A Malang pada tanggal 3 Agustus sampai 19 Agustus 2009. Populasi penelitian adalah siswa kursus mengemudi “NATUNA” Malang bulan Agustus sebanyak 150 siswa, sedangkan untuk sampel sebanyak 100 siswa. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah accidental sampling.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi brand awareness kursus mengemudi “NATUNA” Malang dinyatakan baik, hal ini dibuktikan dengan 58% responden memberikan penilaian setuju terhadap item-item pertanyaan dalam kuesioner yang telah disebarkan kepada 100 siswa, sedangkan sisanya 19% memberikan penilaian sangat setuju, 17% ragu-ragu, 6% tidak setuju, dan 0% sangat tidak setuju.

Kondisi brand association kursus mengemudi “NATUNA” Malang dinyatakan baik, hal ini dibuktikan dengan 38% responden memberikan penilaian setuju terhadap item-item pertanyaan dalam kuesioner yang telah disebarkan kepada 100 siswa, sedangkan sisanya 4% memberikan penilaian sangat setuju, 37% ragu-ragu, 19% tidak setuju, dan 2% sangat tidak setuju.

Kondisi perceived quality kursus mengemudi “NATUNA” Malang dinyatakan baik, hal ini dibuktikan dengan 50% responden memberikan penilaian setuju terhadap item-item pertanyaan dalam kuesioner yang telah disebarkan kepada 100 siswa, sedangkan sisanya 17% memberikan penilaian sangat setuju, 28% ragu-ragu, 4% tidak setuju, dan 1% sangat tidak setuju.

Kondisi brand loyalty kursus mengemudi “NATUNA” Malang dinyatakan baik, hal ini dibuktikan dengan 49% responden memberikan penilaian setuju terhadap item-item pertanyaan dalam kuesioner yang telah disebarkan kepada 100 siswa, sedangkan sisanya 10% memberikan penilaian sangat setuju, 34% ragu-ragu, 7% tidak setuju, dan 0% sangat tidak setuju.

Sedangkan untuk proses pengambilan keputusan, 52% responden dari 100 siswa memberikan penilaian setuju, sedangkan sisanya 37% sangat setuju, 10% ragu-ragu, 1% tidak setuju, dan 0% sangat tidak setuju.

Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara brand equity (yang terdiri dari brand awareness, brand association, perceived quality, dan brand loyalty) terhadap proses pengambilan keputusan secara parsial. Hal ini dibuktikan dari hasil uji t, yaitu pada brand awareness dapat dilihat bahwa besaran probabilitas (Sig.) 0,000 < 0,05 dan thitung (4,556) > ttabel (1,985), Brand association dapat dilihat bahwa besaran probabilitas (Sig.) 0,024 < 0,05 dan thitung (2,286) > ttabel (1,985), Perceived quality dapat dilihat bahwa besaran probabilitas (Sig.) 0,002 < 0,05 dan thitung (3,147) > ttabel (1,985), Brand loyalty dapat dilihat bahwa besaran probabilitas (Sig.) 0,002 < 0,05 dan thitung (3,261) > ttabel (1,985).

Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara brand equity (yang terdiri dari brand awareness, brand association, perceived quality, dan brand loyalty) terhadap proses pengambilan keputusan secara simultan. Hal ini dibuktikan dengan uji F, yaitu bahwa besaran probabilitas (Sig.) 0,000 < 0,05 dan Fhitung (32,960) > Ftabel (2,467).

Kesimpulan dari penelitian ini adalah kondisi variabel-variabel brand equity (brand awareness, brand association, perceived quality, dan brand loyalty) kursus mengemudi “NATUNA” Malang sudah cukup baik. Selain itu, variabel-variabel brand equity (brand awareness, brand association, perceived quality, dan brand loyalty) baik secara simultan (bersama-sama) maupun secara parsial (sendiri-sendiri) berpengaruh positif dan signifikan terhadap proses pengambilan keputusan.

Angka R sebesar 0,762 menunjukkan bahwa korelasi atau hubungan antara variabel brand awareness, brand association, perceived quality, dan brand loyalty dengan proses pengambilan keputusan adalah kuat, karena angka ini berada di atas 0,5.

Adapun saran dari penelitian ini berkaitan dengan brand association, dimana pada penelitian ini menunjukkan bahwa brand association mempunyai pengaruh dan kontribusi paling kecil diantara variabel-variabel brand equity yang lain dengan nilai β (0,184), hendaknya perlu memperhatikan lebih serius dengan melalui perbaikan serta peningkatan kualitas, harga, dan fasilitas sehingga asosiasi merek di benak konsumen akan semakin kuat dan dapat memberikan dampak positif kepada perusahaan.

Besar Adjusted R square adalah 0,564, hal ini berarti 56,4% proses pengambilan keputusan dipengaruhi oleh variabel-variabel brand equity (brand awareness, brand association, perceived quality, dan brand loyalty), sedangkan sisanya 43,6% dipengaruhi oleh faktor lain diluar variabel-variabel brand equity equity (brand awareness, brand association, perceived quality, dan brand loyalty). Oleh karena itu, dalam penelitian selanjutnya faktor lain yang berpengaruh tersebut harus dicari dan dikembangkan lagi demi kesempurnaan penelitian ini.