SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH KOMPONEN PEMBENTUK GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP TINGKAT KESEHATAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DALAM CORPORATE GOVERNANCE PERCEPTION INDEX TAHUN 2007-2008

Eni Aprilawati

Abstrak


ABSTRAK
Aprilawati, Eni. 2009. Pengaruh Komponen Pembentuk Good Corporate
Governance terhadap Tingkat Kesehatan Perbankan yang Terdaftar
dalam Corporate Governance Perception Index Tahun 2007-2008.
Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri
Malang. Pembimbing:
(1) Satia Nur Maharani, S.E., M.Sa. Ak. (2) Dr. Nurika R, S.E., M.Si.,
Ak.
Kata Kunci: Komponen Pembentuk Good Corporate Governance, tingkat
kesehatan perbankan.
Good Corporate Governance merupakan sistem tata kelola perusahaan
yang baik yang bertujuan untuk melindungi kepentingan para pemegang saham
dan semua pihak yang berkepentingan. Perkembangan industri perbankan yang
sangat pesat umumnya disertai dengan semakin kompleksitasnya kegiatan usaha
bank mengakibatkan peningkatan risiko bank. Hal ini menjadikan semakin
meningkat pula kebutuhan akan penerapan prinsip-prinsip GCG oleh perbankan.
GCG dinilai sangat penting dalam rangka meningkatkan kinerja perbankan,
melindungi kepentingan stakeholders, dan meningkatkan kepatuhan terhadap
peraturan perundang-undangan yang berlaku pada industri perbankan. Sehingga
dengan GCG diharapkan tercipta bank dan sistem perbankan yang sehat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komponen pembentuk
Good Corporate Governance yang terdiri dari kepemilikan institusional,
komposisi dewan komisaris independen, dan ukuran dewan komisaris terhadap
tingkat kesehatan perbankan yang terdaftar dalam Corporate Governance
Perception Index yang diukur melalui rasio CAR.
Populasi yang digunakan adalah perusahaan perbankan yang terdaftar
dalam Corporate Governance Perception Index (CGPI) tahun 2007-2008, dimana
dari populasi tersebut terpilih 4 bank berdasarkan metode purposive sampling
dengan pooled data menggunakan laporan keuangan triwulanan diperoleh jumlah
sampel sebanyak 32 data observasi (4x2x4). Metode pengumpulan data dengan
cara dokumentasi data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan triwulanan
bank yang didownload dari masing-masing website bank yang dijadikan sampel.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis
regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS 16 for windows.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial maupun simultan
komponen pembentuk Good Corporate Governance tidak berpengaruh secara
signifikan terhadap tingkat kesehatan perbankan. Berdasarkan penelitian ini, maka
disarankan dalam penelitian lebih lanjut untuk menambah variabel lain yang dapat
mempengaruhi tingkat kesehatan perbankan. Bagi semua pihak yang berhubungan
dengan perbankan, penelitian ini dapat dijadikan gambaran tentang pengaruh
komponen pembentuk Good Corporate Governance terhadap tingkat kesehatan
perbankan sehingga dapat diambil keputusan yang tepat.